Hari Kedua Pencarian Nelayan Hilang di Jembrana Bali, I Gusti Putu Sugiarta Masih Belum Ditemukan
Putu Kartika Viktriani September 11, 2026 01:23 PM

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Tim SAR Gabungan Jembrana kembali melanjutkan pencarian seorang nelayan yang dilaporkan hilang diduga tenggelam di perairan selatan Jembrana, Bali, Jumat 11 September 2026.

Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR memperluas area penyisiran dari perairan Pengambengan hingga Air Kuning.

Pencarian sebelumnya pada Kamis 10 September 2026 belum membuahkan hasil dan belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

"Untuk hari pertama hasilnya masih nihil. Proses pencarian kami lanjutkan hari ini," kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan saat dikonfirmasi, Jumat 11 September 2026.

 

Tim SAR Gabungan Jembrana yang terlibat dalam pencarian terdiri dari personel Pos SAR, TNI, Polri dan relawan.

Pencarian dilakukan melalui jalur laut, darat hingga pemantauan menggunakan drone.

Baca juga: VIDEO Pengendara Nmax Meninggal Kecelakaan, Gagal Menyalip Mobil di Dekat Patung Titi Banda di Bali

Nelayan Hilang Jembrana Dicari dari Laut hingga Darat

Dewa Putu Hendri Gunawan menjelaskan, penyisiran di laut dilakukan dengan memperluas area pencarian.

Tim bergerak dari Pengambengan ke arah timur menuju perairan Air Kuning, kemudian menyisir ke arah selatan dan barat.

"Untuk di perairan, kita lakukan pencarian dari Pengambengan ke timur sampai perairan air kuning lalu ke arah selatan dan ke arah barat," sebutnya.

Selain pencarian melalui jalur laut, tim di darat juga berkoordinasi dengan para nelayan yang berada di sepanjang pesisir Jembrana.

Para nelayan diminta segera melaporkan apabila menemukan benda atau tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban.

Tim SAR berharap pencarian hari kedua dapat menemukan korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kronologi Nelayan Jembrana Hilang di Perairan Pulukan

Nelayan yang dilaporkan hilang diketahui bernama I Gusti Putu Sugiarta (38), warga Cupel, Kecamatan Negara, Jembrana.

Ia dilaporkan hilang setelah mengalami kecelakaan laut di sekitar perairan Pantai Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Rabu 9 September 2026 sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WITA di wilayah Takat Deken, perairan Pulukan.

Saat itu, Sugiarta bersama dua rekannya, Neri Muhtakim (32) dan Samsul Hadi (36), sedang dalam perjalanan pulang setelah mencari ikan.

Ketiganya menggunakan sampan fiber berwarna putih bertuliskan Rahayu.

Saat melintas di perairan Pulukan, sampan tersebut menabrak sebatang kayu yang mengapung di tengah laut.

Benturan membuat sampan fiber pecah dan kemudian tenggelam.

Ketiga nelayan tersebut sempat mengapung di laut sambil berpegangan pada pecahan sampan.

Sekitar 30 menit kemudian, mereka ditolong oleh nelayan asal Pengambengan yang kebetulan melintas di perairan tersebut.

Satu Nelayan Terpisah dari Dua Rekannya

Saat proses pertolongan, Sugiarta yang berpegangan pada pecahan katir kemudian terpisah dari dua rekannya. Ia diduga terbawa arus laut hingga akhirnya tidak lagi terlihat.

Dua nelayan yang selamat sempat berusaha mencari Sugiarta.

Namun hingga Kamis 10 September 2026 pagi, korban tidak ditemukan sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada petugas.

Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, membenarkan adanya kecelakaan laut yang melibatkan tiga nelayan tersebut.

"Sesuai laporan ada tiga orang yang mengalami kecelakaan laut kemarin. Namun, satu orang masih belum ditemukan. Sementara dua orang lainnya berhasil diselamatkan nelayannya kemarin," kata Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta saat dikonfirmasi, Kamis 10 September 2026.

Pencarian Nelayan Hilang Terkendala Angin Kencang

Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan Jembrana langsung melakukan pencarian.

Pada hari pertama, penyisiran dilakukan dari perairan Gilimanuk hingga Pengambengan.

Namun, pencarian tersebut belum menemukan hasil. Petugas juga menghadapi kendala berupa kondisi cuaca dan angin kencang di wilayah perairan.

"Masih nihil (hasil pencarian). Semoga bisa segera ditemukan," jelas AKP Suparta.

Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan penyisiran terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh potensi SAR yang tersedia.

Pencarian hari kedua kini difokuskan pada wilayah Pengambengan hingga Air Kuning dan diperluas ke sejumlah arah untuk memperbesar peluang menemukan korban.

Hingga Jumat 11 September 2026, I Gusti Putu Sugiarta masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan Jembrana.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.