Sosok Ulta Levenia Sebut Erupsi Gunung di Indonesia karena Rekayasa HAARP, Bukan Lagi Staf Presiden
Daniel DwiYulianto September 11, 2026 02:11 PM

Sosok Ulta Levenia Nababan kembali menjadi sorotan publik.

Namanya ramai diperbincangkan setelah pernyataannya soal fenomena erupsi sejumlah gunung di Indonesia.

Ulta mempertanyakan apakah ada faktor lain di balik erupsi gunung yang terjadi dalam waktu berdekatan.

Ia kemudian menyinggung proyek HAARP yang kerap dikaitkan dengan teori konspirasi.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Ulta Levenia Nababan?

Ulta merupakan Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden.

Ia dikenal memiliki latar belakang di bidang politik, keamanan, dan kontraterorisme.

Ulta merupakan lulusan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan S-2 di University of Leeds, Inggris.

Di sana, ia mengambil kajian keamanan, terorisme, dan pemberontakan.

Ulta juga memiliki pengalaman terkait isu keamanan internasional.

Ia tercatat pernah berada di Afghanistan dan bersinggungan dengan kelompok Taliban.

Ia juga pernah berinteraksi dengan pemimpin kelompok separatis Abu Sayaf di Filipina.

Pada Pemilu 2024, Ulta menjadi juru bicara sekaligus anggota Tim Fanta dalam Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.

Kariernya kemudian berlanjut ke pemerintahan.

Sejak November 2025, Ulta tercatat menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden.

Ia juga dikenal sebagai salah satu pendiri MAPAN atau Millenial untuk Pertahanan dan Keamanan.

Terbaru, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman angkat bicara soal status Ulta Levenia.

Dudung menegaskan Ulta sudah tidak lagi menjabat di Kantor Staf Presiden.

Kini, statusnya berubah menjadi deputi di Badan Komunikasi Pemerintah, atau Bakom RI.

HAARP adalah fasilitas penelitian di Alaska, Amerika Serikat, yang digunakan untuk mempelajari ionosfer.

Fasilitas tersebut menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi untuk meneliti respons ionosfer.

Karena pernah didanai sejumlah lembaga pertahanan Amerika Serikat, HAARP kemudian kerap dikaitkan dengan berbagai teori konspirasi.

Di antaranya tudingan bahwa HAARP dapat mengendalikan cuaca hingga memicu gempa dan bencana alam.

Namun, tidak ada bukti ilmiah kredibel bahwa HAARP dapat mengendalikan cuaca atau memicu gempa bumi.

Dalam unggahannya pada Senin (7/9/2026), Ulta kemudian mempertanyakan fenomena erupsi sejumlah gunung di Indonesia.

Ia juga menyinggung pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok.

"Kenapa sehari setelah Presiden RI bersalaman mesra dengan Putin di Vladivostok, 6 gunung vulkanik Indonesia erupsi secara bersamaan?" ujar Ulta.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.