KKB Klaim Bertanggung Jawab atas Penembakan 3 ASN, Tuding Korban Agen Intelijen Pemerintah Indonesia
Talitha Daren September 11, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dari Kodap III Ndugama Darakma, yang disebut sebagai bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Dikutip dari Youtube TribunSumsel pada 11 September 2026, peristiwa tersebut terjadi di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.15 WIT.

Klaim tanggung jawab disampaikan Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, dalam siaran pers tertulis pada Rabu malam.

Komnas TPNPB disebut sebagai organisasi yang membawahi Kodap III Ndugama Darakma.

Baca juga: Baru Kabarkan Lulus CPNS, Wili Mbuik Tewas Ditembak KKB, Ponsel Dikuasai Pelaku, Keluarga Diteror

KKB Tuding Korban Agen Intelijen

Dalam pernyataannya, Sebby Sambom menuding ketiga pegawai Dinas Pertanian tersebut sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia.

“Kami bertanggung jawab atas penembakan tiga orang agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang berprofesi sebagai ASN di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya,” kata Sebby dalam pernyataannya.

Namun, tudingan mengenai status ketiga korban sebagai agen intelijen tersebut hingga kini belum terverifikasi secara independen.

Informasi tersebut merupakan klaim dari pihak kelompok bersenjata yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan.

KORBAN KKB - Wili Mbuik (24), CPNS asal Rote Ndao, NTT yang meninggal akibat penembakan oleh KKB di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Baru kabarkan lulus CPNS, keluarga diteror setelah ponselnya dirampas pelaku
KORBAN KKB - Wili Mbuik (24), CPNS asal Rote Ndao, NTT yang meninggal akibat penembakan oleh KKB di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Baru kabarkan lulus CPNS, keluarga diteror setelah ponselnya dirampas pelaku (Pos-Kupang.com/Irfan Hoi)

Kendaraan Korban Disebut Dihentikan

Menurut versi KKB, insiden bermula ketika kendaraan yang ditumpangi rombongan korban dihentikan di Jalan Transwamena-Tiom.

Kelompok tersebut mengklaim kendaraan dihentikan untuk menjalani pemeriksaan.

Mereka juga menyebut telah meminta seluruh penumpang untuk tetap berada di dalam kendaraan.

Namun, menurut klaim tersebut, tiga pegawai Dinas Pertanian kemudian panik dan berusaha melarikan diri dari lokasi.

KKB kemudian mengaku menembak ketiga korban dengan alasan khawatir mereka akan membocorkan informasi mengenai keberadaan pasukan kelompok tersebut kepada aparat keamanan.

“Karena panik dan kaget, ketiga korban akhirnya melarikan diri. Oleh sebab itu, kami tembak mati,” demikian klaim yang disampaikan Sebby Sambom.

Kronologi tersebut juga masih merupakan versi sepihak dari kelompok yang mengaku bertanggung jawab dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari aparat keamanan.

PENEMBAKAN ASN - Olah TKP penembakan ASN di Jayawijaya (Tribun Trends/Satgas Humas ODC)

KKB Klaim Terjadi Kontak Tembak

Selain mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian, Kodap III Ndugama Darakma juga menyebut terjadi kontak senjata dengan aparat keamanan di sekitar lokasi kejadian.

Menurut klaim kelompok tersebut, kontak tembak berlangsung sekitar pukul 17.00 WIT.

KKB mengaku belum mengetahui apakah terdapat korban dari pihak aparat keamanan dalam kontak senjata tersebut.

Informasi mengenai kemungkinan adanya korban dari pihak aparat juga masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Aparat Masih Selidiki Kejadian

Hingga kini, informasi mengenai kronologi lengkap penembakan masih dalam proses penyelidikan aparat keamanan gabungan bersama pemerintah daerah.

Pihak berwenang masih mengumpulkan informasi untuk memastikan rangkaian kejadian yang menyebabkan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tersebut meninggal dunia.

Termasuk memastikan motif penembakan serta kebenaran tudingan bahwa para korban merupakan agen intelijen militer pemerintah Indonesia.

Dengan demikian, klaim yang disampaikan KKB terkait status korban, alasan penembakan, maupun kontak senjata dengan aparat belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah terkonfirmasi.

Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai peristiwa yang terjadi di Distrik Muliama, Papua Pegunungan tersebut.

(TribunTrends.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.