5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Hilang Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, SAR Kerahkan 11 Kapal
Talitha Daren September 11, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal masih dalam pencarian setelah dilaporkan hilang saat menjalankan tugas meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kelima jurnalis tersebut diketahui berasal dari sejumlah media berbeda. Mereka berada dalam satu rombongan bersama tiga kru kapal yang mengantar perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Peristiwa ini menyisakan kecemasan bagi keluarga dan rekan-rekan korban. Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian dengan mengerahkan berbagai armada dan personel.

Baca juga: Firasat Ayah Bagus, Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, Dikenal Berani Liput Wilayah Bencana

Berangkat dari Dermaga Pagedongan

Rombongan berangkat menggunakan kapal Arupadatu 1 dari Dermaga Pagedongan pada Senin, 7 September 2026.

Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas jurnalistik, yakni memantau dan meliput aktivitas gunung api yang sedang mengalami erupsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kontak terakhir rombongan tercatat melalui koordinat pada sekitar pukul 14.42 WIB.

Namun, sekitar 22 menit kemudian, tepatnya pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan dilaporkan terputus.

Sejak saat itu, tidak ada lagi kabar maupun komunikasi yang dapat diterima dari kapal tersebut.

Delapan Orang Masih Dicari

Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal.

Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang yakni M. Bagus Koirunas, pewarta foto LKBN Antara Biro Banten; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudis Tiro Pranoto, pewarta foto iNews; Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donald Husni, jurnalis freelance.

Sementara tiga orang lainnya merupakan awak dan pemandu kapal, yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heryanto sebagai pemandu.

Dengan demikian, total terdapat delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian.

JURNALIS KRAKATAU - Lima Jurnalis hilang kontak saat akan liputan ke Gunung Anak Krakatau dan saat ini masih dalam pencarian
JURNALIS KRAKATAU - Lima Jurnalis hilang kontak saat akan liputan ke Gunung Anak Krakatau dan saat ini masih dalam pencarian (Tribun Trends/Istimewa via Kompas)

Barang Temuan Belum Dipastikan Milik Korban

Harapan sempat muncul pada hari ketiga pencarian, Kamis, 10 September 2026.

Tim menemukan sebuah jaket pelampung dan satu botol air di perairan Cikoneng, Labuan.

Temuan tersebut kemudian diamankan untuk diperiksa. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa barang-barang tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan delapan orang yang hilang.

Komandan Lanal Banten menjelaskan, jaket pelampung yang ditemukan belum memiliki identitas yang dapat memastikan pemiliknya. Begitu pula dengan botol air yang ditemukan, karena jenis barang tersebut juga umum digunakan oleh nelayan.

“Jangan sampai salah publikasi atau salah rilis,” demikian penjelasan pihak berwenang terkait temuan tersebut.

Barang-barang itu selanjutnya dikumpulkan di posko untuk dilakukan pemeriksaan dan dibandingkan dengan perlengkapan yang digunakan rombongan.

Pihak SAR juga akan berkoordinasi dengan pemilik kapal untuk memastikan apakah barang yang ditemukan merupakan bagian dari perlengkapan kapal Arupadatu 1.

JURNALIS HILANG - (kiri) Foto terakhir yang dikirim salah satu jurnalis ke istri sebelum hilang kontak. (kanan) Lima Jurnalis hilang kontak saat akan liputan ke Gunung Anak Krakatau dan saat ini masih dalam pencarian (Youtube/Official iNews | Istimewa via Kompas.com)

SAR Perluas Area Pencarian

Operasi pencarian terus diperluas dari hari ke hari.

Pada awal operasi, tim SAR melakukan pencarian di tiga sektor. Area tersebut kemudian diperluas menjadi lima sektor pada hari kedua dan enam sektor pada hari ketiga.

Sebanyak 11 kapal dikerahkan dalam operasi pencarian. Armada tersebut terdiri dari kapal KRI, kapal kepolisian, kapal Basarnas, serta kapal dari berbagai unsur yang turut membantu operasi.

Lebih dari 300 personel inti dilibatkan dalam operasi pencarian dan pertolongan tersebut.

Selain pencarian melalui jalur laut, tim juga mendapatkan dukungan dari udara. Sebuah helikopter dikerahkan untuk membantu menyisir kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Kondisi laut, cuaca, arah angin serta aktivitas vulkanik menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan oleh tim dalam menjalankan operasi.

Pemerintah Pastikan Pencarian Dilakukan Maksimal

Basarnas bekerja bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, serta berbagai unsur lainnya dalam operasi tersebut.

Pemerintah juga menyatakan memberikan perhatian khusus terhadap pencarian dan berharap seluruh korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Di tengah operasi yang masih berlangsung, dukungan juga datang dari masyarakat.

Di Lampung, doa bersama digelar untuk mendoakan keselamatan kelima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Masyarakat bahkan menggelar salat istiska sambil memanjatkan doa agar hujan segera turun dan kondisi alam menjadi lebih baik.

Keluarga Masih Menunggu Kepulangan

Hilangnya delapan orang tersebut meninggalkan duka dan kecemasan mendalam bagi keluarga.

Sebelum berangkat, kelima jurnalis diketahui berencana melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau dan kembali setelah menyelesaikan tugas.

Namun, hingga kini mereka belum kembali.

Mobil dan sejumlah barang milik rombongan bahkan masih berada di tempat mereka menginap. Kondisi tersebut semakin menambah kekhawatiran keluarga yang terus menunggu kabar.

Kini, harapan terbesar keluarga, rekan-rekan, pemerintah dan masyarakat adalah agar lima jurnalis bersama tiga awak kapal tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali kepada keluarga masing-masing.

(TribunTrends.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.