Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Permintaan masker di sejumlah apotek di Bandar Lampung pada Jumat (11/9/2026) mulai melandai setelah sempat melonjak saat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) menyelimuti Ibu Kota Provinsi Lampung beberapa hari belakangan.
Baca juga: Kualitas Udara Bandar Lampung Tidak Sehat, BMKG Imbau Warga Tetap Pakai Masker
Meski begitu, sejumlah warga masih datang mencari masker untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik. Sejumlah pembelian tidak lagi setinggi saat puncak erupsi pada Minggu hingga Selasa (8/9/2026)
Di Apotek K24, Sukarame, Bandar Lampung, permintaan masker masih ada, tetapi tidak sebanyak saat puncak erupsi.
Karyawan Apotek Yoga Adi (25), mengatakan bahwa stok yang sebelumnya cepat habis kini kembali tersedia.
"Sekarang masih ada saja yang mencari, cuma tidak sebanyak waktu Minggu sampai Senin kemarin. Waktu itu kami kehabisan stok," ujarnya, Jumat (11/9/2026).
Saat permintaan melonjak, penjualan masker di apotek tersebut bahkan bisa mencapai sekitar 30 boks dalam sehari.
"Hari Sabtu malam Minggu itu ada sekitar 20 boks, (hari) Minggunya 25 boks langsung habis, senin juga sama, stok kita habis," kata dia.
Kini, ia menyebut jumlah penjualan mulai turun. Masker masih terjual setiap hari, tetapi tidak lagi dalam jumlah besar seperti sebelumnya.
"Sekarang mulai stabil. Sehari paling di bawah 10 yang cari, kalau dibanding sebelum erupsi itu emang masih lebih tinggi sih, karena biasanya paling 2-5 sehari," ungkap Yoga.
Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan yang terlihat di Apotek PodoMoro, Jalan R.A. Basyid, Labuhan Dalam, Bandar Lampung.
Permintaan masker masih cukup terasa, tetapi stok relatif aman dan tidak sampai mengalami kekosongan seperti saat puncak erupsi.
"Kalau sekarang paling sehari ada saja yang beli, rata-rata sekitar lima sampai 10 boks. Kadang masih di atas 10, sekitar 11 sampai 12 boks," ujar petugas apotek.
Menurutnya, kondisi tersebut jauh berbeda dibandingkan saat terjadi hujan abu vulkanik, di mana permintaan masker melonjak berkali lipat.
"Saya lupa waktu itu stok ada berapa, tapi puluhan itu langsung habis hari Senin, selasa dateng stok cuma sedikit juga langsung habis," tukasnya.
Kini, stok masker di apotek tersebut kembali normal seiring permintaan yang menurun.
"Sekarang stoknya normal, tidak ada penambahan. Yang dateng juga udah mulai normal," lanjut dia.
Meski permintaan menurun, kedua apotek tersebut memastikan harga masker masih normal dan tidak mengalami kenaikan akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat.
"Untuk harga normal saja, seperti umumnya. Tidak ada kenaikan harga," ujar petugas apotek.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)