Klub Enam Besar Liga Primer menolak usulan baru penggabungan hak komersial senilai £550 juta
Budi Santoso September 11, 2026 02:12 PM

Klub-klub paling menonjol di Liga Primer saat ini terlibat dalam perselisihan finansial besar terkait usulan kontroversial untuk menjual tambahan hak komersial secara kolektif. Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur secara aktif menentang rencana tersebut, yang ditujukan untuk meningkatkan secara signifikan pendapatan komersial keseluruhan liga.

Perselisihan finansial memecah klub-klub Liga Primer

Liga Primer sedang menghadapi gesekan internal terkait sebuah proposal strategis yang dirancang untuk mengamankan peningkatan pendapatan sebesar £550 juta dari sponsor melalui penjualan tambahan hak komersial secara kolektif.

Menurut The Telegraph, liga meyakini mereka dapat menaikkan pemasukan komersial tahunan dari £200 juta menjadi £750 juta dengan menambahkan aset komersial, seperti papan LED perimeter pada hari pertandingan, ke dalam paket sponsor kolektif. Saat ini, liga memang sudah menjual sebagian iklan perimeter secara kolektif, yang kemudian dibagikan sama rata kepada seluruh 20 klub sebagai pembayaran terpusat.

Namun, sebagian besar hak tersebut saat ini masih dijual secara individual oleh masing-masing klub, sehingga memunculkan perbedaan pandangan yang cukup tajam.

Enam Besar menolak penggabungan hak komersial

Klub-klub 'Enam Besar' - Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur - dilaporkan menentang usulan tersebut.

Klub seperti Manchester United memandang penggabungan hak lebih lanjut sebagai hambatan bagi ambisi mereka untuk memperluas pemasukan masing-masing. Keenam klub itu saat ini menghasilkan pendapatan tertinggi di kasta teratas, dengan semuanya kini melampaui £490 juta per tahun.

Aston Villa dan Newcastle United adalah satu-satunya klub yang saat ini mendekati angka tersebut, dengan pendapatan 2024/25 mereka berada di kisaran £300 juta hingga £400 juta. Jika perluasan penawaran komersial ini benar-benar disahkan, klub-klub paling kuat itu kabarnya akan menuntut porsi yang lebih besar.

Kekuatan voting dan aturan finansial terbaru

Penerapan perubahan pada buku aturan memerlukan setidaknya 14 klub untuk memberikan suara setuju. Meski enam klub sempat berhasil menentang aturan rasio biaya skuad yang baru pada awal musim ini, suara mayoritas pada akhirnya mengesampingkan penolakan mereka.

Namun, kelompok yang menentang saat itu bukanlah klub-klub raksasa yang telah disebutkan sebelumnya, melainkan Bournemouth, Brentford, Brighton & Hove Albion, Crystal Palace, Fulham, dan Leeds United. Pada akhir tahun lalu, Manchester City dan Manchester United termasuk di antara 12 klub yang berhasil menolak proposal pembatasan belanja. Untuk menggagalkan restrukturisasi komersial ini, tim-tim terkaya di kasta tertinggi harus meyakinkan setidaknya satu klub lain untuk bergabung dalam penolakan mereka.

Apa langkah berikutnya bagi Liga Primer?

Seluruh 20 klub Liga Primer dijadwalkan bertemu dalam rapat pemegang saham pada 24 September. Pendapatan komersial kolektif hampir pasti akan menjadi topik utama dalam agenda, saat tim-tim terbesar berupaya memveto restrukturisasi tersebut. Dengan regulasi finansial baru yang mendorong tim untuk memperluas sumber pendapatan mereka, mencapai kesepakatan bersama terkait pembagian hak komersial tetap menjadi tantangan yang sangat kompleks bagi para petinggi liga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.