BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kabut kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada Jumat (11/9/2026) pagi.
Kondisi udara tampak kabur pada pagi hari, namun perlahan berkurang ketika memasuki siang. Kondisi tersebut membuat jarak pandang yang sempat terganggu pada pagi hari kembali relatif membaik.
Prakirawan (forecaster) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Bimo Satrio, mengatakan kondisi udara kabur tersebut sempat terjadi pada Jumat pagi.
"Tadi pagi Jumat sempat ada udara kabur sebentar, untuk saat ini sudah relatif stabil," ujar Bimo kepada Bangkapos.com, Jumat (11/9/2026).
Menurut Bimo, berkurangnya kabut pada siang hari dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Salah satunya adalah pemanasan permukaan oleh sinar matahari. Ketika permukaan bumi mulai menerima pemanasan dan suhu udara meningkat, kabut atau polutan yang sebelumnya terperangkap di dekat permukaan dapat lebih cepat terurai.
Selain itu, kondisi angin juga turut berpengaruh. Kecepatan angin yang lebih tinggi dapat membantu mengurai dan menyebarkan kabut sehingga konsentrasinya di suatu wilayah menjadi berkurang.
"Faktor angin yang lebih kencang juga membuat lebih cepat terurai, atau bisa juga dari faktor polutannya itu sendiri yang secara konsentrasi lebih sedikit jadi lebih cepat pudar," jelasnya.
Bimo mengatakan, kemunculan kabut tersebut juga dapat bersifat fluktuatif, bergantung pada kondisi atmosfer dan konsentrasi polutan di udara.
Polutan yang berada di udara, kata dia, dapat merupakan sisa asap dari hari sebelumnya maupun asap yang terakumulasi pada malam hari.
"Jadi relatif fluktuatif mengikuti kondisi, polutannya itu sendiri kan bisa jadi sisa asap hari sebelumnya atau malam tadi," katanya.
Sementara itu, terkait kemungkinan kabut asap yang berasal dari luar wilayah Bangka Belitung, BMKG belum menemukan indikasi tersebut berdasarkan pantauan citra satelit pada Jumat pagi.
Bimo mengatakan, hasil pantauan tidak menunjukkan adanya indikasi asap kiriman dari wilayah lain, termasuk Kalimantan maupun Sumatera Selatan.
"Kalau dari pantauan citra satelit tadi pagi tidak menunjukkan indikasi kiriman dari daerah lain, baik Kalimantan ataupun Sumsel," ujarnya.
Meski demikian, BMKG memastikan kondisi tersebut masih terus dipantau. Perubahan arah angin, konsentrasi polutan, maupun pergerakan massa udara dapat memengaruhi kondisi udara di Pangkalpinang.
"Perubahannya tetap terus dipantau jika memang ada indikasi tersebut," kata Bimo. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)