TRIBUNTRENDS.COM - Duka mendalam dirasakan keluarga Wili Mbuik, aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata.
Tak hanya kehilangan Wili, keluarga juga mengalami situasi memilukan setelah ponsel milik korban diduga diambil oleh pelaku dan digunakan untuk menghubungi keluarganya di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Ponsel tersebut disebut digunakan untuk mencari kontak keluarga Wili melalui WhatsApp.
Bahkan, pihak keluarga sempat menerima panggilan video dari orang yang diduga menggunakan ponsel milik Wili.
Tante korban, Selfie Mbuik, mengatakan panggilan video tersebut diterima oleh Minto Mbuik, kakak kandung Wili.
Dalam percakapan itu, Minto sempat mempertanyakan alasan adiknya ditembak hingga meninggal dunia.
Minto mempertanyakan mengapa orang yang tidak bersalah justru menjadi korban penembakan.
Minto tanya, "Kenapa kamu tega bunuh orang tidak bersalah? Kasihan kamu tega sekali tembak orang yang tidak tahu apa-apa," ujar Selfie menirukan ucapan Minto, dikutip TribunTrends dari kanal YouTube TribunJakarta Official, Jumat (11/9/2026).
Keluarga mengaku terpukul dengan tindakan tersebut. Terlebih, komunikasi itu dilakukan menggunakan ponsel yang sebelumnya merupakan milik Wili.
Baca juga: Baru Kabarkan Lulus CPNS, Wili Mbuik Tewas Ditembak KKB, Ponsel Dikuasai Pelaku, Keluarga Diteror
Selfie mengatakan, pihak yang diduga menggunakan ponsel Wili juga sempat beberapa kali menghubungi keluarga pada Kamis (10/9/2026) siang. Namun, komunikasi tersebut kemudian terhenti pada Kamis sore.
Keluarga pun berharap aparat keamanan segera mengungkap pelaku penembakan dan menangkap pihak yang bertanggung jawab.
Keluarga juga meminta agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat sipil maupun para ASN yang menjalankan tugas di wilayah Papua Pegunungan.
Penembakan terjadi pada Rabu (9/9/2026) sore di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Saat itu, tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya disebut diadang kelompok bersenjata.
Ketiga ASN tersebut yakni Wili Mbuik, Aprida Rapi, dan Alfonsius Albinus Mehan. Aprida dan Alfonsius dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara Wili sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Kabar meninggalnya Wili kemudian menambah duka keluarga yang berada di Nusa Tenggara Timur.
Jenazah Wili dijadwalkan tiba di Kupang pada Jumat (11/9/2026) pagi. Setelah tiba di Kupang, jenazah kemudian akan dipulangkan ke kampung halamannya di Rote Ndao untuk dimakamkan.
Keluarga di Kupang juga disebut akan ikut mengantarkan jenazah Wili hingga ke kampung halamannya.
"Nanti banyak keluarga di Kupang akan ikut antar sampai Rotendo," kata Selfie.
Pemulangan jenazah menjadi momen duka bagi keluarga besar Wili. Mereka berharap Wili dapat dimakamkan dengan layak di tanah kelahirannya setelah menjadi korban penembakan saat menjalankan tugas sebagai ASN di Jayawijaya.
Keluarga juga berharap proses hukum terhadap pelaku penembakan dapat dilakukan secara serius sehingga kejadian yang menewaskan Wili bersama dua rekannya tidak terulang kembali.
(TribunTrends)