Upus Ni Mama, Renungan W/KI GMIM 13-19 September 2026, Hendaklah Kamu Sehati Sepikir dalam Satu Hati
Chintya Rantung September 11, 2026 03:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Upus Ni Mama, renungan Wanita Kaum Ibu (W/KI) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dalam sepekan mulai 13-19 September 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada Filipi 2:1-11.

Tema perenungan adalah Hendaklah Kamu Sehati Sepikir dalam Satu Hati, Satu Jiwa, Satu Tujuan.

Khotbah:

Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Di bulan September ini, kita akan merayakan HUT ke 92 GMIM bersinode. Filosofi yang dijunjung tinggi di negeri kita 
adalah "Bhinneka Tunggal Ika" (Berbeda-beda tetapi tetap satu). 

GMIM menganut Sistem "Presbyterial Sinodar. Presbyter berarti yang tua-tua, yang dituakan, Sinode (yunani: "Syn hodos") berarti berjalan bersama.

Syn artinya bersama-sama dan hodos artinya berjalan. Sebagai anak bangsa walau berbeda-beda tetapi satu, 

Sebagai Gereja kendati dalam kepelbagaian dapat berjalan bersama. Dunia mencatat bahwa manusia 8,3 miliar jiwa (2026) tidak ada yang sama.

Yang ada ialah "Serupa tapi tak sama".

Di Indonesia 287 juta jiwa (2026), kembar sekalipun tidak ada yang sama.

GMIM, 837.206 jiwa (2026) tetap tidak ada yang sama, kecuali yang mirip ada.

Dari kepelbagaian perbedaan yang tidak hanya diukur dari laki-laki dan perempuan tetapi secara keseluruhan, kepribadian, karakter seseorang, latar belakang etnis, budaya dan sebagainya, mengindikasikan bahwa kehidupan manusia rentan dengan potensi konflik baik internal maupun eksternal. 
 
Ibu-Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 

Tema ibadah kita saat ini adalah: "Hendaklah kamu sehati sepikir dalam satu hati, satu jiwa, satu tujuan". Nasihat ini 
disampaikan Paulus kepada jemaat di Filipi.

Rasul Paulus dan rekan-rekannya mendirikan Jemaat di Filipi pada perjalanan misinya yang kedua (Kisah Para Rasul 16:11-40).

Filipi berada di wilayah Makedonia. 

Sekarang ini kota Filipi tidak lagi berpenghuni dan telah menjadi reruntuhan kota kuno bemilai sejarah yang menampilkan peninggalan dari zaman Makedonia, Romawi dan era Kristen awal.

Namun nama Filipi dan pekerjaan-pekerjaan Allah melalui Rasul Paulus masih tercatat sebagai pelajaran berharga 
yang sangat bermanfaat dari masa ke masa. 

Isi nasehat Paulus adalah: 

- Ayat 1-4: Hendaklah kamu sehati sepikir dalam satu Kasih, satu jiwa, satu tujuan. 

Motivasi nasehat ini berakar pada Kristus, karena dalam Kristus ada nasehat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra, dan ada belas kasihan. 

Betapa penting hal ini menghadapi gaya hidup egoisme yang merajalela. Egoisme dapat menghancurkan gereja 
tetapi kerendahan hati yang tulus bisa membangun gereja. 

Bersikap rendah hati memiliki sudut pandang yang benar tentang diri kita sendiri, seperti Roma 12:3b "janganlah kita 
memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, 
sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran Iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

"Artinya, kalo torang belum atau nyanda sanggup memikirkan untuk mencapai sesuatu, jangan bapaksa, sobapikir talalu tinggi karena egois, pementingan diri sendiri, siap bersaing dengan sesama, kita boleh lebe dari dia, akhirnya, istilahnya orang Manado, tapalaka. 

Kenapa? karena kesombongan menghasut kata hatinya, itulah pementingan diri sendiri. 

Yang benar hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri, jangan cuma taru-taru kira kepentingan sandiri, tapi juga kepentingan orang lain. 

Apabila hal ini dipenuhi, Paulus bilang, so ini, itu sukacita, bahwa sempurnakanlah sukacitaku dengan kamu, 
melakukan nasehat: sehati sepikir dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.

Hal ini dapat terwujud bila ada kerendahan hati. Kita manusia telah tercipta dengan kepelbagaian perbedaan, kita berbeda pendapat, berbeda rasa, beda pandangan, maka marilah kita belajar menerima perbedaan ini sebagai kekayaan kasih karunia Allah.

Dengan demikian maka kita akan saling melengkapi. Setiap manusia ada kekurangannya tapi pula ada kelebihannya.

Istilahnya "Ada padaku, tidak ada padamu, Ada padamu tidak ada padaku" jika saling melengkapi, yang tidak sempurna, menjadi sempuma.

Oh alangkah indah dan baiknya bila hal ini terwujud. Gaya hidup Paulus adalah gaya hidup orang benar, ia bersukacita bila melihat orang dimenangkan karena kerendahan hatinya.

Paulus bersyukur bila melihat orang lain kaya dalam segala hal. Terbalik dengan gaya hidup orang Fasik =SMOS= Senang melihat orang susah, susah melihat orang senang.

Hidup dipenuhi dengan iri hati dan kecemburuan. Adalah sukacita, bila syukur dinaikkan ketika melihat orang lain diberkati dengan limpah.

Itu berarti anda tidak egois tetapi rendah hati. 

- Ayat 5-11: Pola Kerendahan Hati Yesus Kristus adalah Hati sebagai Hamba.

Teladan kerendahan hati dicontohkan oleh Yesus. Hendaklah kamu dalam hidupmu, menaruh pikiran dan 
perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.

Baiklah semua pengikut Kristus mengikuti karakter Kristus yaitu rendah hati. Dimanakah letak kerendahan hati Yesus?

Yesus yang walaupun dalam rupa Allah, Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus 
dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi 
sama dengan manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Yesus adalah Anak Allah namun ketika datang sebagai manusia, Ia mengenyampingkan keilahian-Nya, Ia datang sebagai 
manusia yang rela berkorban.

Dia Yesus benar-benar Anak Allah Sang Penebus Dosa yang Maha Kudus. Oleh karena kerendahan-Nya maka itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya Nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan", bagi kemuliaan Allah Bapa. 

Ibu-Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan, 

Buanglah segala keegoisan kita, pementingan diri sendiri, semua iri hati, kecemburuan terhadap sesama.

Hiduplah rendah hati seperti yang diteladankan oleh Yesus Kristus, Ingatlah bahwa siapa yang merendahkan diri di hadapan Kristus, Ia akan ditinggikan. 

Nama Yesus yang dimuliakan, sebab segala lidah mengaku "Yesus Kristus adalah Tuhan".

Dengan demikian ibu-ibu GMIM akan sanggup hidup sehati, sepikir dalam satu hati, satu jiwa, satu tujuan. Amin. 

Pertanyaan untuk diskusi: 

1. Apa manfaat hidup, sehati, sepikir dalam satu hati, satu jiwa satu tujuan untuk persekutuan gereja dan apa dampaknya 
bila hal itu tidak terwujud? 

2. Masih adakah perpecahan dalam persekutuan W/KI karena kepelbagaian perbedaan? Diskusikan apa solusinya! 

3. Teladan apakah yang dicontohkan Yesus tentang kerendahan hati?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.