Pemkot Tangsel dan Wartawan Berdoa Bersama, Harapkan 5 Jurnalis Hilang Ditemukan Selamat
Ahmad Tajudin September 11, 2026 04:01 PM

 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL – Suasana khusyuk menyelimuti Islamic Center Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (11/9/2026) siang.

Puluhan jurnalis dari berbagai media, mulai dari media online, televisi, radio, pewarta foto hingga media cetak, berkumpul untuk mengikuti doa bersama setelah salat Jumat.

Mereka duduk melingkar memanjang sambil melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Doa dipanjatkan untuk keselamatan lima jurnalis, yang hingga kini masih hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Tak hanya untuk para jurnalis, doa juga ditujukan bagi tiga orang lainnya yang berada dalam kapal yang sama, yakni dua awak kapal dan seorang pemandu.

Di tengah suasana tersebut, tampak para jurnalis khusyuk mengikuti rangkaian doa.

Harapan mereka hanya satu, agar seluruh orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dan kembali dalam kondisi selamat.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan keprihatinan Pemerintah Kota Tangsel atas musibah yang menimpa para jurnalis dan awak kapal.

Pilar mengatakan pemerintah bersama masyarakat Tangsel selama beberapa hari terakhir terus mendoakan keselamatan mereka.

“Mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan, pertama-tama menyampaikan keprihatinan dari kami Pemerintah Kota Tangerang Selatan, juga tentunya seluruh masyarakat Tangsel yang sama-sama beberapa hari ini selalu mendoakan, agar teman-teman yang hilang untuk selalu diberi perlindungan Allah Subhanahu wa ta'ala,” kata Pilar sebelum doa bersama dimulai, Jumat (11/9/2026).

Baca juga: Satu Warga Tangsel Masuk Daftar Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Pilar Saga: Semoga Kembali Selamat

Menurut Pilar, para jurnalis memiliki tugas penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat, terutama ketika terjadi bencana seperti erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Betul tadi yang disampaikan oleh Ketua Persatuan Pewarta Foto Indonesia, bahwa pewarta ini adalah tugasnya untuk memberikan informasi bagi masyarakat,” ujarnya.

“Apalagi saat beberapa waktu yang lalu informasi terkait kondisi erupsi itu sangat penting sekali bagi masyarakat,” sambung Pilar.

Ia mengatakan, informasi dari para jurnalis yang turun langsung ke lapangan sangat dinantikan masyarakat, karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi terkini.

Musibah justru terjadi ketika para jurnalis tersebut tengah menjalankan tugasnya.

Menurut Pilar, para jurnalis seharusnya dapat terus mengirimkan informasi faktual dari lapangan kepada masyarakat. Namun, mereka justru kehilangan kontak hingga kini masih dalam pencarian.

“Takdir berkata lain bahwa kemarin ada musibah di mana teman-teman kehilangan kontak," katanya.

Karena itu, menurutnya, doa bersama menjadi bentuk keprihatinan sekaligus kepedulian masyarakat terhadap para jurnalis yang tengah menjalankan tugas.

“Meskipun musibah, kita yang ada di sini berkumpul dan berdoa bersama-sama dalam bentuk bahwa keprihatinan dan kepedulian kita sesama masyarakat," ucap Pilar.

"Masyarakat Tangsel, masyarakat Banten, masyarakat Indonesia terus mendoakan sahabat-sahabat kita,” pungkasnya.

Hingga Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, proses pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau masih dilakukan oleh tim gabungan.

Harapan pun terus dipanjatkan agar mereka segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga serta orang-orang terdekat dalam kondisi selamat.

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.