Hari Keempat Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim Sisir Laut dan Pesisir Bengkunat Lampung
Abdul Rosid September 11, 2026 04:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus diperluas. 

Hari keempat pencarian, Jumat (11/9/2026), Tim SAR Gabungan mengintensifkan penyisiran tidak hanya di laut, tetapi juga melalui jalur darat di kawasan pesisir Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperbesar peluang menemukan delapan korban yang hilang setelah speedboat yang mereka tumpangi dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansyah, mengatakan wilayah pencarian pada hari keempat dibagi ke dalam empat sektor utama. 

Baca juga: Update Gunung Anak Krakatau Siang Ini 11 September 2026: 7 Kali Gempa, Abu Vulkanik Tidak Terdeteksi

Total area yang disisir mencapai 3.216 nautical mile persegi (NM⊃2;).

"Pencarian hari ini dibagi menjadi empat sektor, yakni Sektor A, B, C, dan D. Masing-masing unsur SAR melaksanakan penyisiran sesuai area yang telah ditentukan dalam rencana operasi," kata Deden, Jumat (11/9/2026).

24 Personel Sisir Laut, 7 Personel Bergerak di Darat

Dalam operasi tersebut, Kantor SAR Lampung mengerahkan KN SAR Basudewa dan RIB 02 untuk menyisir wilayah Sektor C di sekitar perairan Pantai Kapas Biru, Kabupaten Tanggamus.

Penyisiran dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan melibatkan 24 personel SAR. Tim bergerak menyusuri area pencarian yang telah dipetakan berdasarkan hasil analisis dan perkembangan operasi sebelumnya.

Selain pencarian melalui jalur laut, Tim SAR juga mengerahkan tujuh personel Pos SAR Tanggamus untuk melakukan penyisiran darat di kawasan pesisir Bengkunat yang masuk dalam Sektor A.

Menurut Deden, penyisiran melalui jalur darat menjadi bagian penting dalam operasi pencarian karena memungkinkan tim memeriksa area-area pesisir yang berpotensi menjadi lokasi ditemukannya korban maupun petunjuk lain yang berkaitan dengan insiden tersebut.

"Selain pencarian melalui laut, personel juga melakukan penyisiran melalui jalur darat di sekitar pesisir Bengkunat. Semua unsur bergerak sesuai sektor pencarian yang telah ditetapkan," ujarnya.

Laut Dibagi Empat Sektor

Di laut, Sektor A memiliki luas 1.026 NM⊃2; dan menjadi wilayah pencarian KRI Kerambit 627, KP Sanjaya, serta KAL Pahawang. 

Sektor B mencakup 1.020 NM⊃2; dengan penyisiran dilakukan KRI Leuser, KAL Anyer, dan TB Gunung Santri.

Sementara Sektor C memiliki luas 585 NM⊃2; dan menjadi tanggung jawab KN SAR Basudewa serta RIB Lampung.

Adapun Sektor D juga memiliki luas 585 NM⊃2;. Selain empat sektor utama tersebut, tim SAR menetapkan sektor khusus seluas 27,7 NM⊃2; yang disisir menggunakan RIB 02 Banten dan KN SAR Tetuka. 

"Pembagian sektor ini dilakukan agar pencarian dapat berlangsung lebih terarah dan setiap unsur SAR memiliki wilayah penyisiran masing-masing," kata Deden.

Belasan armada dikerahkan dalam operasi hari keempat, antara lain KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB Lampung, KAL Pahawang, KAL Anyer, RBB P Peucang, KP Hayabusa, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu. 

Menurut Deden, luas wilayah pencarian yang mencapai ribuan nautical mile persegi membuat operasi harus dilakukan secara bersamaan oleh sejumlah unsur SAR. 

"Operasi dilakukan secara simultan dengan mengerahkan unsur laut dan darat. Penyisiran terus dilakukan berdasarkan area yang telah ditentukan dalam rencana operasi," ujarnya.

Hingga hari keempat, tim SAR gabungan masih berupaya menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. 

Pencarian akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang telah dikerahkan, termasuk penyisiran wilayah pesisir melalui jalur darat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.