TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Meru Betiri [TNMB], Kabupaten Jember, belum sepenuhnya padam. Hingga Jumat [11/9/2026], api masih membakar wilayah Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo.[karhutla]
Total luasan hutan dan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 72 hektare. Lokasi terdampak berada di Desa Curahnongko dan Desa Andongrejo.
Api Sempat Dekati Permukiman
Kobaran api sempat mendekati permukiman warga di Dusun Krajan, Desa Curahnongko. Jarak api dengan rumah warga hanya sekitar 100 meter.
Warga bersama pemerintah desa, Muspika Tempurejo, dan tim Resort Meru Betiri Andongrejo melakukan pemadaman secara manual.
Baca juga: Kebakaran Lagi, Pendakian Gunung Bromo via Malang Kembali Ditutup
Angin kencang menjadi kendala utama karena mempercepat rambatan api. Titik api di wilayah barat Desa Curahnongko akhirnya berhasil dipadamkan.
Namun titik api baru muncul di kawasan hutan bagian timur, tepatnya di Desa Andongrejo. Hingga Jumat siang, petugas masih melakukan penanganan di lokasi tersebut.
Akses Sulit, BPBD Bagikan Masker
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, medan menjadi kendala utama. Lokasi kebakaran di Andongrejo hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 1 kilometer dari akses terdekat.
“Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa langsung mencapai lokasi. Tim gabungan melakukan penanganan dengan peralatan manual dan menyiapkan dukungan air,” ujar Edy.
Selain mengancam hutan, asap kebakaran juga mengganggu warga. Warga Dusun Krajan mengeluh mata perih dan gangguan pernapasan.
Untuk itu BPBD Jember membagikan 300 masker. Rinciannya, 100 masker untuk warga RW 11 Dusun Krajan dan 200 masker untuk warga Desa Curahnongko.
Lima alat gepyok juga diserahkan kepada Tim Resort Meru Betiri Andongrejo untuk membantu pemadaman manual.
Meski api di Andongrejo masih ditangani, kondisi di sekitar permukiman saat ini dilaporkan aman. Petugas tetap melakukan pemantauan agar api tidak kembali mendekati rumah warga.
(Zalfa/Magang TribunJatimTimur.com)