TRIBUNWOW.COM - Sebuah video yang memperlihatkan bahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG disimpan di depan toilet SPPG Sukorejo 2, Blora, Jawa Tengah, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah papan tempe diletakkan berjejer di depan area toilet dapur SPPG.
Temuan itu terungkap setelah Dinas Kesehatan Daerah atau Dinkesda Kabupaten Blora melakukan inspeksi mendadak atau sidak menyusul laporan dugaan keracunan MBG yang dialami sejumlah siswa di Kecamatan Tunjungan.
Kepala Dinkesda Blora, Edy Widayat, membenarkan adanya bahan makanan berupa tempe yang ditempatkan di depan toilet.
Baca juga: Kisah Khofifah soal Pesawat Jokowi Tembus Kabut Asap Karhutla dan Ikhtiar Spiritual
Menurut Edy, kondisi tersebut tidak sesuai dengan prosedur keamanan pangan, khususnya dalam hal persiapan dan penyimpanan bahan makanan.
"Betul, ada beberapa hal di dalam persiapan dan penyimpanan, peletakan bahan-bahan makanan yang siap olah yang tidak sesuai dengan prosedur keamanan pangan," ujar Edy, Kamis (10/9/2026).
Pemeriksaan dilakukan setelah Dinkesda menerima laporan adanya dugaan keracunan dari penerima manfaat MBG di SPPG tersebut.
Tim surveilans kemudian diterjunkan untuk memeriksa kondisi lingkungan dan pengelolaan makanan di dapur SPPG Sukorejo 2.
Petugas juga mengambil sejumlah sampel makanan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Selain pengambilan sampel, pemeriksaan mencakup kondisi kesehatan lingkungan dapur serta aspek keamanan makanan yang disiapkan untuk penerima manfaat program MBG.
Baca juga: Update Siswi Karo Diduga Korban Keracunan MBG Kembali Kejang, Dinkes Sebut Fungsi Otak Normal
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan digunakan untuk membantu mengetahui penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa serta mengevaluasi penerapan standar keamanan pangan di SPPG tersebut.
Sebelumnya, ratusan siswa di wilayah Tunjungan, Blora, dilaporkan mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG.
Namun, penyebab pasti keluhan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. (*)