TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mendeteksi ribuan sebaran titik panas (hotspot) yang membakar berbagai daerah di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada periode Kamis, 10 September 2026.
Berdasarkan data pantauan satelit BMKG, secara keseluruhan tercatat sebanyak 1.718 titik panas tersebar di wilayah Kalbar.
Lonjakan titik api ini memicu kepulan kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memperburuk Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) secara masif.
Tiga kabupaten penyumbang titik panas utama serta dampak kabut asap terparah memiliki kedekatan географиis dan jarak tempuh beragam menuju Kota Pontianak, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat:
Kabupaten Kubu Raya: Berbatasan langsung dan mengelilingi Kota Pontianak.
Pusat pemerintahan Kubu Raya di Sungai Raya berjarak sekitar 10 hingga 15 kilometer dari pusat Kota Pontianak dengan waktu tempuh berkisar 20–30 menit perjalanan darat.
Kabupaten Mempawah: Berada di sisi utara Kota Pontianak dengan jarak sekitar 65 hingga 75 kilometer.
Akses jalan darat melintasi Jalur Pantura Kalbar dapat ditempuh dalam waktu 1,5 hingga 2 jam perjalanan.
Kabupaten Ketapang: Terletak di wilayah selatan Kalbar dengan jarak sekitar 450 hingga 500 kilometer dari Kota Pontianak.
• Kayong Utara Tanggap Darurat Kabut Asap, Dinkes Perkuat Layanan Kesehatan
Perjalanan darat memakan waktu 10–12 jam, sedangkan jalur udara dari Bandara Supadio menuju Bandara Rahadi Oesman Ketapang menempuh waktu sekitar 45–50 menit.
Karena letak Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah sangat dekat dengan Kota Pontianak, pergerakan asap karhutla dari kedua daerah tersebut secara langsung mengepung dan mencemari kualitas udara Ibu Kota Provinsi Kalbar.
Berdasarkan rincian sebaran data BMKG Kalbar, Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan dominasi titik panas tertinggi di Kalimantan Barat, yakni mencapai 1.286 hotspot.
Berikut rincian sebaran 1.718 titik panas di kabupaten/kota se-Kalimantan Barat:
Kabupaten Ketapang: 1.286 titik panas
Kabupaten Kubu Raya: 116 titik panas
Kabupaten Melawi: 81 titik panas
Kabupaten Kayong Utara: 75 titik panas
Kabupaten Sintang: 65 titik panas
Kabupaten Sekadau: 49 titik panas
Kabupaten Sanggau: 30 titik panas
Kabupaten Landak: 9 titik panas
Kabupaten Mempawah: 4 titik panas
Kabupaten Kapuas Hulu: 2 titik panas
Kabupaten Bengkayang: 1 titik panas
Tebalnya kabut asap imbas tingginya aktivitas pembakaran lahan membuat kualitas udara di sejumlah kabupaten berada pada rentang kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat.
Bahkan pada Jumat, 11 September 2026, tingkat pencemaran udara di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kubu Raya secara resmi menembus level Berbahaya.
Prakiraan cuaca yang dirilis oleh BMKG Kalbar menunjukkan bahwa potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat masih sangat minim.
Meskipun terdapat peluang hujan dengan intensitas ringan di beberapa titik, jumlahnya belum cukup signifikan untuk memadamkan bara api di lahan gambut yang dalam.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat, Satgas Karhutla, serta pemerintah daerah untuk tetap meningkatkan kewaspadaan penuh dan menghindari segala bentuk aktivitas pembakaran lahan.
Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak bertindak sebagai Stasiun Koordinator BMKG Provinsi Kalimantan Barat yang bermarkas di kompleks Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya.
Lembaga pemerintah non-kementerian ini bertanggung jawab menyajikan informasi pengamatan meteorologi, klimatologi, geofisika, analisis kualitas udara (ISPU), radar cuaca, pemantauan titik panas (hotspot karhutla), serta peringatan dini cuaca ekstrem di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Nama Instansi: BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak (Stasiun Koordinator Kalbar)
Alamat Kantor: Jalan Adi Sucipto Km. 17, Kompleks Bandara Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Kepala Stasiun: Erika Mardiyanti, S.Kom., M.Si.
Layanan Utama:
Pengamatan & Prakiraan Cuaca Wilayah Kalbar
Informasi Meteorologi Penerbangan & Maritim
Pemantauan Satelit Titik Panas (Hotspot) & Karhutla
Analisis Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) & Kualitas Udara
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi (*)