AS Rilis Sanksi Operasi Economic Outcast Sasar Jaringan Finansial Proksi Iran
Darwin Sijabat September 11, 2026 03:48 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi mengumumkan gelombang sanksi ekonomi baru yang menyasar kelompok bersenjata pendukung Iran, termasuk Kataib Hizbullah dan Hizbullah. 

Langkah tegas ini diluncurkan untuk memutus urat nadi keuangan jaringan proksi Teheran yang dituduh memicu destabilisasi kawasan Timur Tengah.

Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi pada Kamis (10/9/2026), pengetatan sanksi ini dibingkai dalam strategi bertajuk Operasi Economic Outcast. 

Kebijakan tersebut dirancang khusus guna membekukan aset serta membatasi ruang gerak aliran dana kelompok proksi yang disokong oleh Iran.

Melansir laporan Anadolu Agency, Jumat (11/9/2026), Washington mengidentifikasi peningkatan ancaman nyata dari Kataib Hizbullah terhadap kepentingan keamanan Amerika.

“Hari ini, AS mengambil tindakan di bawah Operasi Economic Outcast yang menargetkan Kata'ib Hizballah (KH), Hizballah, dan jaringan keuangan yang lebih luas yang mendukung kampanye destabilisasi regional Iran,” bunyi pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS.

Incar Aliran Dana dan Perlindungan Kedaulatan Regional

Sanksi anyar ini tidak hanya membidik entitas milisi, tetapi juga memburu lembaga serta jejaring perbankan penyokong. 

Baca juga: Iran Buat AS-Israel Waspada: Diam-diam Rakit Rudal Balistik Kembali di Fasilitas Bawah Tanah

Baca juga: Mantan Hakim Agung dan Ketua KPK Beda Pendapat soal RUU Perampasan Aset

Amerika Serikat menuding Kataib Hizbullah terlibat dalam rencana penyerangan lembaga-lembaga Yahudi di AS, serta memimpin serangkaian gempuran terhadap pangkalan militer koalisi AS di Irak.

Melalui pembekuan jalur keuangan ini, AS menegaskan keberpihakannya pada stabilitas politik di Bagdad dan Beirut dari intervensi luar.

“Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mendukung Irak yang berdaulat dan stabil, bebas dari pengaruh eksternal yang jahat,” tegas Departemen Luar Negeri AS.

Washington menambahkan komitmen serupa untuk membentengi institusi-institusi di Lebanon dari campur tangan finansial maupun politik Hizbullah. 

Penerapan sanksi ekonomi ini kian memperketat jepitan diplomatik AS terhadap Teheran di tengah pertempuran regional yang masih berkecamuk.

 

Baca juga: Kecelakaan di Jalan Lintas Muara Bulian-Tembesi, Roda Depan Mobil Remuk dan Terkunci

Baca juga: Hujan Deras di Kuala Tungkal Tanjabbar, Perdana Sejak Karhutla Agustus-September

Baca juga: Kabut Asap Makin Pekat, Pemkot Jambi Pastikan Obat dan Oksigen di Puskesmas-RS Aman

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.