Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengambil sejumlah langkah setelah siswa SMP Negeri 1 Selo mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan menu MBG.
Ketua Satgas MBG Boyolali, M. Syawaludin, mengatakan langkah pertama yang dilakukan yakni memastikan kesehatan dan keselamatan para siswa yang mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG.
Satgas MBG bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali juga menjenguk siswa yang masih menjalani perawatan.
"Satu mengambil langkah kesehatan dan keselamatan siswa. Dari Dinkes sudah melangkah. Hari ini kita jenguk. Sudah kita tanya semua. Insyaallah sudah merasa pemulihan. Insyaallah hari ini bisa pulang," kata Syawaludin, Jumat (11/9/2026).
Selain memastikan kondisi siswa, Satgas MBG Boyolali mengambil sampel menu MBG yang dibagikan pada Kamis (10/9/2026).
Satgas selanjutnya mengirim sampel tersebut ke laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya kandungan atau faktor yang berkaitan dengan munculnya keluhan para siswa.
"Kami dari Satgas sudah mengambil sampel menu MBG hari kemarin. Selanjutnya kita kirim ke Labkes. Nanti kita tunggu hasilnya," ujarnya.
Syawaludin mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinasi tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut kejadian yang dialami siswa SMP Negeri 1 Selo.
"Yang ketiga sudah koordinasi dengan Korwil (Koordinator Wilayah BGN)," katanya.
Baca juga: Kondisi Siswa Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Boyolali, Gatal dari Malam hingga Pagi
Syawaludin menegaskan Satgas MBG Boyolali tidak ingin kejadian serupa kembali terjadi.
Jika nantinya suatu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbukti mengalami kejadian luar biasa yang membahayakan penerima manfaat, Satgas MBG akan merekomendasikan penghentian operasional atau suspend kepada Korwil.
"Ini dicatat ya. Kalau SPPG di Boyolali yang tercatat ada kejadian luar biasa yang itu terbukti membahayakan penerima manfaat, dengan segala hormat, dari Satgas merekomendasikan kepada Korwil untuk laporan untuk kita suspend," tegasnya.
Menurut Syawaludin, langkah tersebut diperlukan sebagai bentuk evaluasi sekaligus upaya memastikan keamanan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program MBG.
Ia meminta seluruh SPPG di Boyolali semakin teliti dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP).
Mulai dari pemilihan bahan makanan, kebersihan, proses produksi dan pengolahan, hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat harus diperhatikan.
"Sehingga sekali lagi mohon kiranya, kejadian ini tidak berulang. SPPG-SPPG benar-benar melaksanakan SOP yang teliti, menjaga higienitas kelayakan bahan, produksi sampai dengan pengolahan sampai dengan distribusi," katanya.
Untuk SPPG yang terkait dengan kejadian tersebut, Satgas MBG menghentikan operasional sementara sembari menunggu proses pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut.
"Hari ini sudah kita berhenti dulu. Jadi kalau ada kejadian, SPPG berhenti operasional dulu," pungkasnya.
Baca juga: Puluhan Siswa SMPN 1 Selo Boyolali Alami Mual dan Gatal Usai Santap Menu MBG, Tiga Orang Dirawat
Sementara itu, Dinkes Boyolali masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab munculnya keluhan pada siswa SMP Negeri 1 Selo.
Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan nantinya akan disinkronkan dengan hasil penyelidikan epidemiologi sebelum dapat ditentukan penyebab pasti kejadian tersebut.
(*)