WARTAKOTALIVECOM, Jakarta -- Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menarik perhatian wisatawan mancanegara. Sebanyak delapan wisatawan asal Spanyol bahkan rela menyewa speedboat dari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, demi menyaksikan langsung erupsi gunung api tersebut dari laut.
Rombongan wisatawan asal Spanyol itu datang ke kawasan Pantai Carita pada Selasa (8/9/2026).
Dari pantai, mereka kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan speedboat menuju perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Keinginan melihat aktivitas vulkanik Anak Krakatau dari jarak relatif dekat menjadi alasan mereka memilih menyaksikan erupsi dari laut.
Rombongan tersebut berada sekitar tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Dari lokasi itu, mereka dapat mengamati aktivitas vulkanik gunung api yang berada di tengah Selat Sunda.
Meski demikian, keinginan untuk melihat erupsi dari dekat tetap harus diimbangi dengan kewaspadaan.
Kawasan sekitar Anak Krakatau masih berada dalam pemantauan petugas karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.
Wisatawan yang berada di perairan sekitar gunung pun diimbau untuk tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai batas berbahaya serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Anak Krakatau diketahui masih menunjukkan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut membuat aktivitas gunung api itu tidak hanya menjadi perhatian masyarakat di wilayah Banten dan Lampung, tetapi juga menarik perhatian wisatawan yang ingin melihat fenomena alam tersebut secara langsung.
Meski pemandangan erupsi dari laut dapat menjadi pengalaman yang menarik bagi wisatawan, keselamatan tetap menjadi hal utama. Jarak aman dan pembatasan aktivitas di sekitar kawah ditetapkan berdasarkan kondisi vulkanik yang dapat berubah dengan cepat.
Karena itu, wisatawan yang ingin menyaksikan aktivitas Anak Krakatau dari kawasan pesisir maupun perairan di sekitarnya diharapkan tidak menjadikan erupsi sebagai tontonan semata dengan mengabaikan faktor keselamatan.
Kehadiran delapan wisatawan asal Spanyol tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Anak Krakatau juga menjadi daya tarik bagi wisatawan asing.
Namun, fenomena alam yang menarik perhatian tersebut tetap memiliki risiko sehingga setiap perjalanan menuju kawasan sekitar gunung harus dilakukan dengan mematuhi ketentuan dan arahan petugas.