Berita Populer Kotim, Kualitas Udara Masih Berbahaya, Krisis Air Bersih Mulai Dirasakan Warga Samuda
Sri Mariati September 11, 2026 04:19 PM

Langit Nampak Cerah Belum Tentu Sehat, ISPU Kotim Kalteng Tembus 1.137 Peringkat 1 di Indonesia



 

Dokumentasi - Suasana di Bundaran Polres Kotim Kamis (10/9/2026).
Dokumentasi - Suasana di Bundaran Polres Kotim Kamis (10/9/2026).(Tribun Kalteng/Herman Antoni Saputra)

 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT- Langit di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (10/9/2026) pagi terlihat lebih cerah dibandingkan beberapa hari sebelumnya.  

Setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah, kabut asap yang sempat menyelimuti kota tampak berkurang. 

Namun kondisi tersebut ternyata belum mencerminkan kualitas udara yang benar-benar membaik. 

Di balik langit yang terlihat lebih terang, kualitas udara di Kotim justru masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.  

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per Kamis (10/9/2026) pukul 10.50 WIB, Kotim, mencatat angka ISPU tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 1.137 dengan parameter PM10. 


Baca Selengkapnya



Update Karhutla di Kotim Capai 1.706 Hektare, 776 Kejadian Ditangani Petugas hingga 9 September 2026



 

KARHUTLA DI KOTIM - Karhutla yang terjadi di wilayah Kota Besi yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
KARHUTLA DI KOTIM - Karhutla yang terjadi di wilayah Kota Besi yang terjadi beberapa waktu yang lalu.(Tribun Kalteng)

 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus bertambah seiring masih terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kotim per 9 September 2026, total luas lahan yang terbakar dan telah ditangani petugas mencapai 1.706,54 hektare dengan jumlah 776 kejadian karhutla.

Ratusan kejadian tersebut tersebar di 13 kecamatan, sementara empat kecamatan lainnya masih tercatat nihil kejadian kebakaran hingga saat ini.

Kecamatan Seranau menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar di Kotim. Total area yang terdampak mencapai 703,50 hektare atau sekitar 41,22 persen dari keseluruhan luas lahan terbakar.

Meski mencatat luasan terbesar, jumlah kejadian karhutla yang ditangani di Seranau hanya empat kejadian.


Baca Selengkapnya



Kemarau Panjang Ancam Pasokan Air Bersih di Kotim, Air Laut Mulai Masuk Samuda dan Bagendang



 

KEMARAU PANJANG - Debit air Sungai Mentaya Sampit yang tampak berkurang, Kamis (10/9/2026).
KEMARAU PANJANG - Debit air Sungai Mentaya Sampit yang tampak berkurang, Kamis (10/9/2026).(Tribun Kalteng/Herman Antoni Saputra)

 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Kemarau yang berkepanjangan mulai menimbulkan ancaman baru bagi ketersediaan air bersih di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

Tidak hanya berdampak pada menurunnya debit air sungai, kondisi cuaca kering juga memicu pergerakan air laut yang mulai masuk ke wilayah daratan.

Fenomena intrusi air laut tersebut kini terpantau di kawasan Samuda dan Bagendang. Kondisi itu menjadi perhatian Perumdam Tirta Mentaya karena berpotensi mengganggu kualitas sumber air baku yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan ribuan pelanggan.

Jika pergerakan air laut terus berlanjut mendekati titik pengambilan air atau intake, kualitas air baku dikhawatirkan berubah menjadi lebih payau sehingga dapat memengaruhi proses produksi air bersih.

Kepala Bidang Teknik Perumdam Tirta Mentaya, Edy Dyufriadi mengatakan, hingga saat ini wilayah Sampit masih berada dalam kondisi aman dan belum terdampak langsung oleh intrusi air laut tersebut.


Baca Selengkapnya



Viral Video Penyelamatan Anak Monyet Terjebak Karhutla di Kotim Kalteng, Kini Dilepasliarkan



 

Penyelamatan - Aktivitas pecinta satwa Sampit saat mengevaluasi seekor anak monyet ekor panjang, Rabu (9/9/2026) kemarin.
Penyelamatan - Aktivitas pecinta satwa Sampit saat mengevaluasi seekor anak monyet ekor panjang, Rabu (9/9/2026) kemarin.(Istimewa)

 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Video detik-detik penyelamatan seekor anak Monyet Ekor Panjang yang ditemukan di tengah kepungan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) viral di media sosial.

Dalam video tersebut, anak monyet dengan nama ilmiah Macaca fascicularis itu terlihat berada di kawasan yang dipenuhi abu dan sisa pembakaran.  

Kondisinya tampak lemas dan diduga mengalami gangguan pernapasan setelah terdampak kebakaran. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (9/9/2026) di kawasan lingkar luar Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. 

Lokasi ditemukannya satwa tersebut berada di sekitar kebun warga. Informasi mengenai keberadaan anak monyet yang terjebak kebakaran kemudian disampaikan warga kepada relawan dan aktivis pecinta satwa. 


Baca Selengkapnya



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.