Wastra Hitakara Bergema di Bangli, Pemkab Bangli Dukung Pelestarian Kain Tradisional Bali
Ngurah Adi Kusuma September 11, 2026 04:23 PM

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Upaya melestarikan kain tradisional Bali melalui industri fashion kembali mendapat panggung. 

Sebanyak 30 model memperagakan karya tujuh desainer muda Bali dalam Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” yang digelar di Alun-Alun Kota Bangli, Kamis 10 September 2026 malam.

Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian wastra sekaligus pengembangan ekonomi kreatif tersebut turut dihadiri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Sekda serta Pimpinan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Bangli. 

Kehadiran pimpinan daerah itu menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Bangli terhadap pengembangan industri kecil dan menengah (IKM), khususnya sektor kerajinan dan fashion berbasis budaya lokal.

Baca juga: BREAKING NEWS! Mayat Perempuan Ditemukan di Pantai Purnama Sukawati Bali, Diduga Jatuh Saat Melukat

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, mengatakan “Wastra Hitakara” merupakan bagian dari upaya menjaga agar kain tradisional Bali tetap hidup dan digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. 

Menurutnya, keberadaan kain tradisional tidak cukup hanya dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi harus terus dikembangkan melalui kreativitas agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Perajin kain endek kita semakin sedikit dan tergerus karena minimnya masyarakat Bali yang memilih endek sebagai bahan sandang,”

“Oleh karena itu, upaya memperkenalkan kain endek dalam bentuk busana terus saya lakukan,” ujar Putri Koster.

Putri Koster juga berharap kegiatan yang dilaksanakan secara bergiliran setiap bulan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk menjadikan busana berbasis wastra Bali sebagai bagian dari busana kerja maupun pakaian sehari-hari.

Baca juga: Kandang Sapi di Buleleng Bali Terbakar, Dua Ekor Sapi Mati Terjebak, Kerugian Capai Rp23 Juta

Di Bangli, tujuh desainer muda Bali tampil mempersembahkan karya terbaiknya. Mereka yakni A Tiga by Turah Mayun, Taksu Design by Adhi Taksu, Agung Bali Collection by Agung Indira, Limas Boutique by Yenni Limas, Deluxe Design by Dayu Dian, Ipong Design by Ipong, serta Body & Mind Bali by Dayu Karang.

Kehadiran para desainer muda tersebut memperlihatkan bahwa wastra Bali memiliki ruang yang luas untuk terus dieksplorasi. 

Kain tradisional dapat dikemas dalam desain yang lebih modern tanpa harus kehilangan identitas dan nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Menariknya, busana yang ditampilkan di atas panggung tidak hanya menjadi tontonan. Para undangan juga dapat langsung memilih dan membeli karya yang mereka minati. 

Konsep ini menjadikan “Wastra Hitakara” sebagai ruang yang mempertemukan budaya, kreativitas, promosi sekaligus pasar.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, mengapresiasi dipilihnya Bangli sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”.

Menurut Sariasih, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi para pelaku IKM untuk memperlihatkan kemampuan sekaligus memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia menyebut perkembangan IKM di Kabupaten Bangli saat ini menunjukkan tren positif, baik dari sisi kualitas maupun keberagaman produk. 

Karena itu, diperlukan ruang promosi dan pemasaran yang lebih luas agar produk lokal mampu memiliki nilai tambah dan daya saing.

Baca juga: Koalisi Bali Emisi Nol Bersih Ingatkan Perubahan Iklim Multisektor di Bali, Dorong Aksi Nyata

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang dan kesempatan kepada para pelaku IKM Bangli untuk menampilkan hasil karya terbaiknya,”

“Kita ingin produk lokal Bangli tidak hanya mampu bertahan, tetapi terus berkembang, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” tutur Sariasih.

Sementara itu, kehadiran Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Wakil Bupati I Wayan Diar menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi masyarakat dan kekayaan budaya daerah.

Pengembangan fashion berbasis wastra Bali sendiri diperkuat melalui tiga program utama Dekranasda Provinsi Bali, yakni Dekranasda Bali Fashion Day, Dekranasda Bali Fashion Week, dan Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”.

Melalui kegiatan tersebut, wastra Bali diharapkan tidak hanya tetap dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mengangkat potensi perajin dan pelaku IKM Bali.

Dari Bangli, pesan itu kembali ditegaskan melestarikan wastra bukan sekadar menjaga kain tradisional, tetapi menjaga identitas budaya sekaligus membuka jalan bagi tumbuhnya ekonomi kreatif generasi masa kini. (ADV/weg)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.