Siswa di Banyuasin Masih Belajar Tatap Muka di Tengah Kabut Asap, Belum Ada Sekolah Ajukan PJJ
Odi Aria September 11, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM, BANYUASIN- Belum ada sekolah tingkat TK, SD hingga SMP di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang mengajukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) meski gangguan asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dirasakan di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Banyuasin Hj Yosi Zartini mengatakan, hingga Jumat (11/9/2026), seluruh sekolah masih menjalankan pembelajaran secara tatap muka.

"Sejauh ini masih sekolah tatap muka. Belum ada sekolah yang mengajukan untuk PJJ. Untuk PJJ pihak sekolah bisa mengajukan ke Dikbud Banyuasin bila belajar mengajar secara tatap muka tidak memungkinkan lagi dilaksanakan," kata Yosi, Jumat (11/9/2026).

Menurut Yosi, Dikbud Banyuasin sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran terkait penyesuaian jam masuk sekolah.

Dalam kebijakan tersebut, kegiatan belajar mengajar dimulai paling lambat pukul 08.00 WIB.

Kebijakan tersebut telah berjalan dan akan terus dievaluasi dengan melihat perkembangan kondisi asap akibat karhutla.

Sementara itu, seorang guru SMP negeri di Kecamatan Muara Padang mengatakan, kegiatan belajar mengajar hingga kini masih dilakukan secara tatap muka.

Namun, kondisi udara pada pagi hari hingga proses pembelajaran berlangsung masih terasa asap dan bau sisa pembakaran karhutla.

"Memang sudah ada edaran sekolah bisa mengusulkan untuk PJJ. Mungkin dari kepala sekolah yang melihat situasi proses belajar mengajar masih bisa dilaksanakan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak asap, para siswa juga diminta menggunakan masker, baik saat berada di dalam maupun luar ruangan.

Meski jam masuk sekolah telah dimundurkan, proses belajar mengajar disebut masih berjalan seperti biasanya.

Selain kondisi udara, ketersediaan jaringan internet juga menjadi salah satu pertimbangan sekolah untuk menerapkan PJJ.

"Sejauh ini proses belajar mengajar masih tetap berjalan seperti biasanya, meski jam masuk sekolah dimundurkan," katanya.

"Banyak pertimbangan juga untuk PJJ, terutama sinyal selular. Karena tidak semua di Kecamatan Muara Padang ini sinyal selularnya bagus. Makanya sekarang sekolah masih tatap muka," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.