Baling-Baling KMP Gambolo Terlilit Tali, Penyelaman Batal dan Kapal Diarahkan ke Tuapejat Mentawai
Rezi Azwar September 11, 2026 05:01 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kapal Motor Penumpang (KMP) Gambolo yang mengalami gangguan pada bagian baling-baling (propoller) akibat terlilit tali berhasil tiba dengan aman di Dermaga Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis (10/9/2026) pukul 19.00 WIB.

Sebanyak 84 orang yang berada di atas kapal dilaporkan dalam keadaan selamat. Dengan tibanya kapal di dermaga, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.

KMP Gambolo sebelumnya mengalami gangguan pada propeler kanan akibat terlilit tali Rabo pada Kamis sekitar pukul 03.15 WIB.

Diketahui bahwa kapal berangkat dari Dermaga Bungus, Padang, menuju Sikakap. Namun, saat perjalanan baling-baling kapal terlilit tali sehingga melaporkannya ke Kantor SAR Mentawai pada pukul 10.30 WIB.

Baca juga: Baling-baling KMP Gambolo Terlilit Tali Rabo di Perairan Mentawai, Tim SAR Kerahkan Penyelam

Pihak KMP Gambolo meminta bantuan agar petugas bisa melepaskan tali yang melilit baling-baling kapal melalui penyelaman.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan dengan telah tibanya KMP Gambolo di Dermaga Tuapejat dalam kondisi aman serta seluruh POB dinyatakan selamat, operasi SAR selesai dilaksanakan dan diusulkan untuk ditutup.

“Kami mengerahkan Tim SAR untuk membantu KMP Gambolo yang mengalami gangguan propeller kanan. Setelah penilaian kondisi di lapangan, upaya pelepasan tali melalui penyelaman tidak dilaksanakan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kondisi cuaca," ujar Benteng Hilton Telaumbanua, Jumat (11/9/2026).

KMP Gambolo kemudian mengubah haluan menuju Tuapejat dan mendapat pengawalan petugas hingga tiba dengan aman.

"Sebanyak 84 orang dinyatakan selamat. Dengan seluruh POB dan kapal dalam kondisi aman," sebutnya.

Baca juga: Semen Padang Alokasikan 10 Persen Kuota Tiket untuk Suporter PSIS Semarang di Laga Kandang Perdana

KMP Gambolo Terlilit Tali Rabo

KMP Gambolo sebelumnya mengalami gangguan pada propeller bagian kanan akibat terlilit tali rabo (rumah ikan) pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 03.15 WIB.

Kapal yang bertolak dari Dermaga Bungus, Padang, menuju Sikakap tersebut kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai pada pukul 10.30 WIB untuk meminta bantuan pelepasan tali melalui penyelaman.

Setelah menerima laporan, Tim Rescue Kantor SAR Mentawai bergerak pada pukul 10.45 WIB menggunakan RIB 02 menuju lokasi yang diperkirakan berada di Perairan Selat Mentawai, dengan koordinat 1°52’45”S 100°09’30”E. Lokasi tersebut berjarak sekitar 35 nautical mile (NM) dari Dermaga Tuapejat.

Pada pukul 12.50 WIB, RIB 02 bertemu dengan KMP Gambolo dan melakukan koordinasi dengan awak kapal. Selanjutnya, pada pukul 13.30 WIB, nakhoda menyampaikan bahwa tali rabo masih terlilit pada propeller kanan dan meminta bantuan penyelaman.

Tim penyelam kemudian melakukan assessment pada pukul 13.50 WIB. Namun, pada pukul 14.00 WIB, kegiatan penyelaman untuk melepaskan tali tidak dilaksanakan karena pertimbangan keselamatan dan kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Mempertimbangkan kondisi tersebut, pada pukul 14.30 WIB nakhoda memutuskan mengubah haluan KMP Gambolo yang semula menuju Sikakap menjadi ke Dermaga Tuapejat. Kapal bergerak dengan kecepatan rata-rata sekitar 3,5 knot.

Pada waktu yang sama, RIB 02 melakukan escort atau pendampingan terhadap KMP Gambolo menuju Dermaga Tuapejat. Pendampingan dilakukan untuk memastikan keselamatan kapal dan seluruh orang yang berada di atas kapal selama perjalanan.

KMP Gambolo akhirnya tiba di Dermaga Tuapeijat pada pukul 19.00 WIB dalam keadaan aman dan lancar. Berdasarkan pendataan ulang setelah kapal sandar, jumlah orang di atas kapal tercatat sebanyak 84 orang. Jumlah tersebut merupakan koreksi dari laporan awal yang sebelumnya menyebutkan 97 orang. Seluruh 84 orang dinyatakan selamat.

Dalam operasi ini, unsur yang terlibat terdiri atas Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Pos TNI AL Simaubuk, dan Polairud Kepulauan Mentawai.

Peralatan utama yang digunakan dalam operasi meliputi D-Max 02 Mentawai, RIB 02 Mentawai, peralatan selam, alat komunikasi, PLB, Starlink, Albanav, peralatan evaluasi, peralatan medis, dan telepon satelit.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.