SAR Telusuri Dugaan Jalur Speedboat 5 Jurnalis dan 3 Kru hingga Pulau Sertung
taryono September 11, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pandeglang - Jejak perjalanan lima jurnalis dan tiga kru speedboat sebelum hilang kontak menjadi fokus pencarian Tim SAR Gabungan pada hari keempat, Jumat (11/9/2026). 

Baca juga: PTPN I Pacu Kemandirian UMKM melalui Pembinaan Berkelanjutan

Petugas menyisir kawasan Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau karena ketiga wilayah tersebut diduga berada di jalur yang dilintasi rombongan sebelum kehilangan komunikasi di perairan Selat Sunda.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan penyisiran di kawasan pulau menjadi salah satu prioritas operasi pada hari keempat.

Tim tidak hanya mencari dari laut, tetapi juga berupaya memeriksa kawasan pesisir apabila situasi di lapangan memungkinkan.

"Untuk pulau-pulau sekitar, itu kami melakukan pencarian kurang lebih 27 nautical mile dengan menggunakan KN Sartika dan RIB 02 Banten," ujar Amrad di Posko SAR Carita, Pandeglang, Jumat (11/9/2026).

Penyisiran tersebut dilakukan untuk mempersempit kemungkinan lokasi keberadaan rombongan, terutama di wilayah yang masih berada dalam jangkauan jalur pelayaran sebelum speedboat dinyatakan hilang kontak. Petugas juga memperhitungkan kemungkinan adanya perubahan posisi akibat arus dan kondisi perairan.

Amrad mengatakan pencarian di sekitar tiga pulau tersebut tetap bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan karena gunung tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.

"Kalau memang memungkinkan dengan kondisi cuaca di sana, dengan kondisi Gunung Anak Krakatau, kami akan upayakan masuk sampai ke tiga pulau tersebut," katanya.

Selain menyisir kawasan pulau, Tim SAR Gabungan memperluas pencarian ke perairan terbuka. Operasi dibagi menjadi empat sektor dengan pengerahan sejumlah alat utama sistem keselamatan untuk menelusuri wilayah perairan mulai dari Lampung hingga Tanjung Panaitan.

Perluasan wilayah dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan rombongan terbawa arus atau bergeser dari jalur yang diperkirakan sebelumnya.

Dengan demikian, pencarian tidak hanya terpusat pada area sekitar titik hilang kontak, tetapi mencakup wilayah perairan yang dinilai masih memiliki kemungkinan menjadi lokasi keberadaan korban.

Di sisi lain, kondisi cuaca menjadi pertimbangan dalam menentukan pergerakan personel dan kapal pencarian. Berdasarkan data BMKG, cuaca di wilayah tersebut diperkirakan cerah berawan, dengan angin dari arah tenggara menuju selatan berkecepatan 10 hingga 20 knot.

Tinggi gelombang di perairan yang menjadi wilayah operasi diperkirakan berkisar 0,5 hingga 2,5 meter.

Tim SAR akan menyesuaikan penyisiran dengan kondisi laut dan aktivitas vulkanik untuk memastikan pencarian tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan personel.

Sumber: TribunBanten.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.