BMKG Pastikan Debu Vulkanik Tidak Terdeteksi di Udara Bandar Lampung
Robertus Didik Budiawan Cahyono September 11, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan dengan tegas bahwa paparan debu vulkanik sudah tidak terdeteksi di udara Bandar Lampung. BMKG juga mengonfirmasi kondisi udara di Bandar Lampung berada dalam kategori sedang.

Baca juga: Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan, RSUDAM Ungkap Gejala dan Cara Pencegahan

Prakirawan BMKG Lampung, Pebri Sugriansyah, mengatakan kondisi tersebut berdasarkan hasil pengamatan terakhir pada Jumat (11/9/2026). "Untuk kondisi udara pada saat ini terpantau masuk dalam indikator sedang," kata Pebri dikonfirmasi, Jumat.

Angka 50,4 itu masih masuk kategori sedang, yakni berada pada rentang 15,6 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik.

Sebagai gambaran, kualitas udara disebut baik ketika konsentrasi PM2.5 berada pada 0 hingga 15,5 mikrogram per meter kubik. Kemudian kategori tidak sehat berada di atas 55,5 mikrogram per meter kubik.

Dari grafik pemantauan, konsentrasi PM2.5 di Bandar Lampung sempat berada di sekitar 90 pada pukul 00.00 WIB. Setelah itu, angkanya berangsur turun hingga mencapai 50,4 mikrogram per meter kubik menjelang siang.

Data pemantauan tersebut tercatat diperbarui pada 11 September 2026 pukul 14.19 WIB dan bersumber dari sistem data langsung BMKG.

Pasalnya, berdasarkan pengamatan BMKG, tidak ditemukan debu vulkanik dalam pemantauan terakhir. "Sampai pengamatan terakhir tidak terdeteksi adanya debu vulkanik," ujar Pebri.

BMKG juga menggunakan citra satelit Himawari-9 untuk memantau kemungkinan sebaran debu vulkanik. 

Satelit cuaca tersebut dapat digunakan untuk melihat kondisi atmosfer dan membantu mengidentifikasi material vulkanik yang tersebar di udara.

Berdasarkan analisis citra Himawari-9 pada 11 September 2026 pukul 13.00 WIB, sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi.

Citra tersebut mencakup wilayah Selat Sunda, sebagian Pulau Sumatera dan Jawa bagian barat, dengan lokasi Gunung Anak Krakatau ditandai di kawasan Selat Sunda.

Pada hasil analisis citra juga tidak terlihat area yang menunjukkan sebaran abu vulkanik. Sementara itu, kondisi cuaca di Bandar Lampung pada Jumat siang masih berpotensi hujan.

Namun, hujan diperkirakan tidak turun secara merata di seluruh wilayah Bandar Lampung.

"Siang ini ada potensi hujan di wilayah Bandar Lampung, namun tidak merata, saat ini terpantau hujan di wilayah Bandar Lampung bagian utara, bertahan estimasi sampai 40 menit ke depan," jelas Pebri.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Ages (30), salah seorang warga kelurahan Rajabasa Jaya Bandar Lampung.

"Alhamdulillah siang ini di rumah kami hujan walaupun enggak deras dan cuma sebentar, yang oenting tanahnya kesiram," Ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap memperhatikan perkembangan cuaca dan kualitas udara, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan.

Meski abu vulkanik GAK tidak terdeteksi dalam pengamatan terakhir, kondisi atmosfer dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca dan arah pergerakan angin.

"Masyarakat diimbau tetap memantau informasi resmi BMKG dan instansi terkait untuk mengetahui perkembangan kualitas udara, cuaca, serta aktivitas Gunung Anak Krakatau," pungkas Pebri.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.