Konsumsi Biosolar Melonjak, Pemprov Lampung Kawal Penambahan Kuota ke BPH Migas
Reny Fitriani September 11, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung Budhi Darmawan mengatakan, penyaluran BBM subsidi di Lampung mengacu pada kuota tahunan yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Baca Juga: Antrean Kendaraan di SPBU Wates Gadingrejo Terjadi pada Jam Sibuk, Didominasi Roda Empat

Untuk tahun ini, kuota biosolar subsidi Lampung ditetapkan sebanyak 790.961 kiloliter (KL).

Sedangkan kuota Pertalite sebanyak 695.210 KL.

Pertamina, lanjut Budhi, terus melakukan pengaturan penyaluran agar ketersediaan BBM subsidi dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

Namun, tingginya konsumsi biosolar membuat pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi agar kuota yang tersedia tidak mengalami kekurangan.

Salah satu langkah yang telah dilakukan Pertamina adalah menambah penyaluran biosolar hingga 14 persen.

Budhi menyebut, tanpa adanya penambahan tersebut, perkiraan kebutuhan biosolar di Lampung dapat mengalami kelebihan permintaan atau over kuota sekitar 8 persen.

"Pemda juga sudah bersurat dan akan mengawal terkait penambahan kuota Provinsi Lampung ke BPH Migas," ujarnya.

Penyebab Antrean Panjang

Sementara terkait antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Provinsi Lampung dalam beberapa hari terakhir, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lampung menyebut antrean panjang bukan disebabkan distribusi BBM yang tersendat, melainkan meningkatnya konsumsi biosolar subsidi.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung Budhi Darmawan mengatakan, salah satu faktor yang memicu lonjakan konsumsi biosolar adalah semakin lebarnya disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi.

"Kurang lebih naik Rp4.000 per liter. Jadi selisih dengan solar subsidi hampir Rp20.000 per liter," kata Budhi saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).

Budhi menjelaskan, kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat selisih harga dengan biosolar subsidi semakin besar.

Per 1 September 2026, harga BBM nonsubsidi memang mengalami penyesuaian. 

Untuk wilayah Lampung, harga Pertamax berada di angka Rp16.300 per liter, Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, Dexlite Rp24.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.750 per liter.

Sementara itu, harga BBM subsidi masih tetap, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. 

Khusus BBM diesel, kenaikan harga Dexlite dan Pertamina Dex membuat disparitas dengan biosolar subsidi semakin lebar.

Harga Dexlite secara nasional pada September 2026 mengalami kenaikan dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter pada wilayah acuan, sedangkan Pertamina Dex naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. 

Menurut Budhi, kondisi tersebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya minat masyarakat menggunakan biosolar subsidi.

"Konsumen pribadi juga banyak yang beralih ke biosolar," ujarnya.

Budhi bahkan mengaku turun langsung memantau kondisi antrean solar di sejumlah SPBU di Lampung.

"Dua hari kemarin saya sampai malam keliling, hampir semua antrean solar panjang sekali," katanya.

Ia menegaskan, persoalan yang terjadi bukan karena distribusi BBM dari Pertamina terhambat.

"Distribusinya lancar dan sudah melebihi kuota, tapi permintaannya makin besar," jelas Budhi.

Stok BBM Dipastikan Aman

Meski antrean solar terjadi di sejumlah SPBU, Budhi memastikan stok BBM di Provinsi Lampung saat ini masih dalam kondisi aman.

Ia memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan.

"Untuk stok BBM saat ini dipastikan cukup dan aman untuk penyaluran ke masyarakat di Provinsi Lampung," tegasnya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak panik dan melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Budhi mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan jenis BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

"Jangan panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan dan spesifikasi masing-masing kendaraan," pesannya.

Budhi menilai, tingginya permintaan biosolar saat ini perlu disikapi bersama agar distribusi BBM subsidi tetap berjalan dan kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.