Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Madchan Jazuli
SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sukses menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menaburkan 3.200 kilogram bahan semai NaCl di sejumlah wilayah rawan.
Langkah strategis ini berhasil menurunkan hujan di enam daerah sasaran, termasuk kawasan Malang hingga Kabupaten Trenggalek yang sempat diguyur hujan selama dua hari berturut-turut.
Keberhasilan penyemaian garam ini terbukti ampuh menekan potensi kekeringan sekaligus meminimalisasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di pesisir selatan Jatim.
Pemprov Jatim melalui BPBD Jatim menjelaskan, hujan yang turun di Kabupaten Trenggalek tidak dalam kategori tinggi, tetapi selama dua hari suasana terasa dingin layaknya musim penghujan.
Kondisi ini menjadi penyegar setelah pada hari-hari sebelumnya cuaca panas terik musim kemarau sempat memicu maraknya kejadian kebakaran hutan.
Kalaksa BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengaku sangat bersyukur atas capaian ini.
Baca juga: Pembatasan Akses Bromo Dampak Kebakaran: Jemplang Malang Tutup, Ranu Regulo Masih Dibuka
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kolaborasi dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD Provinsi Jawa Timur, BMKG, serta Kementerian Kehutanan yang secara simultan melaksanakan OMC dengan menyasar pesisir selatan Jatim, mulai dari Banyuwangi hingga Pacitan.
"Alhamdulillah, operasi modifikasi cuaca dampaknya memang hasil rapat koordinasi di Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu bagi Kabupaten Trenggalek beberapa hari sempat hujan," terang Triadi Atmono saat ditemui di kantornya, Jumat (11/9/2026).
Triadi mengulas, metode ini sangat berguna untuk menekan dampak kekeringan sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Pihaknya menegaskan pelaksanaan OMC ini merupakan wujud nyata upaya pemerintah dalam membantu masyarakat dan daerah.
Baca juga: Bocoran Wahana Baru Jatim Park 1 Hadirkan 1.000 Artefak Budaya, Tiket Pelajar Mulai Rp 50 Ribu
Menurut keterangan Triadi, operasi modifikasi cuaca dilakukan di enam Kabupaten Jawa Timur.
"Adanya operasi modifikasi cuaca ini ada beberapa lingkup yang tersebar di enam kabupaten ini, salah satunya Trenggalek merasakan dampaknya," jelasnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Pj Sekretaris Daerah Trenggalek ini menambahkan, penyemaian bahan natrium klorida (NaCl) terbukti ampuh mencegah karhutla.
Terhitung sejak 7 September 2026 hingga hari ini, Triadi memastikan tidak ada laporan karhutla yang masuk ke BPBD, sehingga langkah ini dinilai cukup efektif.
"Alhamdulillah selama rentang tanggal, mulai tanggal 7 ini sampai dengan saat ini berkaitan dengan laporan kebakaran hutan bisa ditekan," imbuhnya.
Triadi menjelaskan, Pemprov Jatim bersama BMKG dan Kementerian Kehutanan akan terus mengupayakan langkah penanganan ini berjalan optimal.
Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Jumat 11 September 2026: Kabut/Asap, Suhu Terendah 15 °C
"Mengupayakan dalam artian tetap dilaksanakan sesuai dengan hasil pengamatan peralatan Automatic Rain Gauge, itu yang digunakan untuk supaya hasilnya betul-betul maksimal dan dirasakan masyarakat," jelasnya.
Pihak BPBD Trenggalek pun berharap dampak positif dari OMC ini dapat terus dirasakan secara berkelanjutan untuk menekan potensi karhutla.
Sementara itu, terkait kondisi kekeringan, Triadi menyampaikan pendistribusian air bersih tetap rutin dilakukan setiap hari.
"Sampai dengan saat ini 42 titik yang terjadi di 12 kecamatan," tandasnya.
Mengutip dari laman resmi Pemprov Jatim, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jatim, OMC telah dilaksanakan sebanyak empat kali sepanjang 3–6 September 2026 dengan total 3.200 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl) yang disebarkan.
OMC perdana dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026) pukul 15.50 WIB menggunakan pesawat CASA NC212/A-2104.
Operasi awal ini menyasar wilayah Lumajang dan Probolinggo dengan menyebarkan sebanyak 800 kilogram bahan semai NaCl.
Selanjutnya, OMC kembali digelar pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 15.25 WIB.
Sasaran penyemaian meliputi wilayah Probolinggo–Lumajang, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), area di atas Kota Batu dan Gunung Arjuno, serta wilayah Malang.
Pada operasi kedua tersebut, petugas kembali menyebarkan sebanyak 800 kilogram bahan semai NaCl.
Berikut rangkuman rincian wilayah sasaran maupun lokasi yang merasakan dampak Operasi Modifikasi Cuaca (OMC):
1. Kabupaten Trenggalek (hujan selama 2 hari)
2. Kabupaten Lumajang (sasaran OMC tanggal 3 dan 4 September)
3. Kabupaten Probolinggo (sasaran OMC tanggal 3 dan 4 September)
4. Kota Batu (sasaran OMC area di atas Kota Batu tanggal 4 September)
5. Kabupaten/Kota Malang (sasaran OMC tanggal 4 September)
6. Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Pacitan (rentang wilayah sasaran OMC di sepanjang pesisir selatan Jawa Timur)