Cerita Warga Sulsel Berjam-jam Keliling Cari BBM, Banyak Stok Kosong di Sejumlah SPBU
Wahyu Gilang Putranto September 11, 2026 05:35 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengganggu aktivitas warga.

Bahkan, warga harus rela mencari SPBU hingga Pertashop selama berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Sama seperti yang dialami oleh dua mahasiswa UIN Alauddin Makassar di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Pada Kamis (10/9/2026), ia sudah berkeliling lebih dari dua jam untuk mendapatkan BBM.

Sejak pukul 08.00 WITA, Musdalifah dan temannya, Aprilia sudah berangkat untuk mencari BBM.

"Dari jam 8 saya keluar, keliling Samata, Gowa cari bensin tidak ada, kosong semua, sisa ini (Pertashop) harapanku," ujarnya, dalam tayangan di Youtube Tribun Timur.

Bahkan, ia sudah mulai mencari sejak Rabu (9/9/2026) malam namun tidak mendapatkan BBM.

"Iya, sempat malam tadi pukul 23.00 WITA, enggak ada, habis (stok BBM di sejumlah SPBU)," lanjutnya lagi.

Keluhan juga keluar dari warga yang mengantre BBM di SPBU di Veteran Selatan, Kota Makassar.

Hasriani mengaku batal mengisi BBM karena antreannya yang panjang.

"Saya sudah 30 menit antre tapi masih panjang, jadi saya tinggalkan," ujar Hasriani, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Baca juga: Kelangkaan BBM di Sulsel: Pengendara Antre di SPBU hingga 1,5 Jam, Pengusaha Sektor Logistik Ngeluh

Pertamina Minta Maaf

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meminta maaf atas kelangkaan BBM di Sulsel hingga menyebabkan antrean panjang.

"Pertama-tama kami mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama ini," ujar Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom.

Selama dua bulan terakhir, Pertamina tak menampik adanya antrean panjang di sejumlah SPBU.

“Kami meminta pengertian, permohonan maaf dari Pertamina kepada seluruh masyarakat yang terdampak,” ucapnya.

ANTREAN PANJANG - Ratusan kendaraan motor mengantre di SPBU 74.902.50 Jl Aroepala, Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (10/9/2026).
ANTREAN PANJANG - Ratusan kendaraan motor mengantre di SPBU 74.902.50 Jl Aroepala, Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (10/9/2026). (Tribun Timur)

Dikutip dari Tribun-Timur.com, Axel mengatakan Pertamina terus berupaya untuk memperbaiki kondisi tersebut.

“Kami berupaya memperbaiki seluruh kinerja, koordinasi dengan seluruh pihak stakeholder sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.

Namun, Pertamina masih belum bisa memastikan kapan kondisi kelangkaan ini akan teratasi.

"Dalam waktu secepat-cepatnya," jawab Rainer Axel.

Pertamina Didemo Mahasiswa dan buruh

Kelangkaan yang berlarut ini membuat puluhan buruh dan mahasiswa menggelar unjuk rasa di Kantor Pertamina Regional 7 di Jl Garuda, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Kamis (10/9/2026) siang.

"Sudah banyak keresahan masyarakat terjadi akibat kelangkaan BBM," 

"Aktivitas masyarakat sudah sangat terganggu akibat kemacetan antrean di SPBU," kata orator aksi di mobil bak terbuka.

Mengutip Tribun-Timur.com, aksi unjuk rasa tersebut sempat diwarnai ketegangan karena Direktur Pertamina Regional 7 tak kunjung menemui massa aksi.

Akhirnya, perwakilan dari Pertamina Regional 7 menemui para pendemo.

Perwakilan yang hadir menemui mereka adalah Sales Area Manager Retail Sulselbar di PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Tribun-Timur.com, Siti Aminah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.