Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin kembali merealisasikan janji kampanye untuk mencetak kader dai dan daiyah di kabupaten setempat.
Sebelumnya, janji kampanye melahirkan hafiz dan hafizah juga sudah mulai direalisasikan. Tahun ini, ia juga mewujudkan Program Pelatihan Kaderisasi Da’i dan Da’iyah untuk muda-mudi di Kabupaten Abdya.
Pelatihan yang digelar dalam tiga gelombang dengan total 300 peserta itu mendapat sambutan antusias dari kalangan muda, baik para santri, pelajar maupun pemuda Abdya.
Agiel Rafa Alfariza, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Abdya, mengatakan pelatihan tersebut memberinya pengalaman baru .
Terutama dalam mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum melalui materi public speaking yang dinilainya menarik dan menginspirasi.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Bupati Abdya yang telah menyelenggarakan pelatihan kader da’i-da’iyah ini,” kata Agiel, Jumat (11/9/2026).
Baca juga: Harga Emas di Abdya Bertahan, Cek Pasaran Edisi 11 September 2026
Selama empat hari mengikuti pelatihan, Agiel juga mengapresiasi pelayanan panitia serta para pelatih yang dinilainya mampu memberikan motivasi kepada peserta untuk terus mengembangkan kemampuan berdakwah.
“Kami disediakan makan selama empat hari dan dilayani dengan sangat ramah. Pelatihnya pun sangat keren dan sangat menginspirasi.
Harapan saya ke depan, semoga pelatihan ini bisa terus membentuk kader da’i dan da’iyah yang baik,” ucapnya.
Antusiasme serupa disampaikan Ni Thariqatul Yusra, siswi SMA Unggul Tunas Bangsa, yang mengaku kagum terhadap kemampuan para pemateri.
Termasuk instruktur Said Muniruddin, dalam menyampaikan materi dan berbicara di depan peserta.
“Saya sangat kagum dan berharap saya juga bisa menjadi pemateri ke depannya seperti pemateri atau master di pelatihan ini,” katanya.
Baca juga: HIPMI dan Dandim Abdya Bahas Pengembangan UMKM dan KDMP
Mawaddatul Rizka, siswi SMA Negeri 10 Abdya, menilai pelatihan semacam itu penting bagi generasi muda karena dapat meningkatkan kemampuan sekaligus mendorong mereka lebih aktif dalam kegiatan dakwah.
“Training seperti ini sangat diperlukan ke depannya, karena juga membantu kita jadi lebih maju dan menghasilkan anak-anak yang aktif dalam berdakwah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Abdya Safaruddin mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan pelatihan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus mengembangkan cara berdakwah yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Menurut Safaruddin, dakwah perlu beradaptasi dengan perubahan zaman agar pesan keagamaan dapat menjangkau generasi muda tanpa mengurangi nilai dan prinsip syariat.
“Saya bangga dan senang dengan antusiasme mereka, setidaknya ini ruang mereka untuk mendapatkan pengalaman baru agar nilai dakwah menyesuaikan perkembangan zaman tanpa mengurangi esensi syariat,” kata Safaruddin melalui pesan WhatsApp, Jumat (11/9/2026).
Safaruddin mengatakan program kaderisasi dai dan daiyah merupakan bagian dari komitmennya selain mencetak hafiz dan hafizah, sekaligus memberikan ruang kreativitas kepada santri dayah untuk mengembangkan kemampuan mereka.
Baca juga: Tiga Atlet Sepak Bola Abdya Lolos Seleksi POPNAS 2027
"Program tersebut kita harapkan memperluas kesempatan generasi muda Abdya untuk berkontribusi dalam kegiatan keagamaan dan sosial, termasuk menyampaikan pesan dakwah di tengah masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, instruktur Said Muniruddin mengatakan sebagian besar peserta jarang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berbicara di depan publik sehingga pelatihan tersebut menjadi pengalaman penting bagi mereka.
Menurut Said, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga menjalani praktik untuk membangun kemampuan komunikasi yang dibutuhkan generasi muda agar mampu menjadi juru bicara kebaikan di tengah masyarakat.
“Untuk generasi muda ini penting sekali, communication skill, jadi juru bicara kebaikan di tengah masyarakat,” kata Said.
Ia mengatakan pembinaan juga diarahkan untuk membangun pemahaman keislaman serta kemampuan peserta menjadi juru dakwah di berbagai ruang, tidak hanya di masjid, tetapi juga melalui media sosial dan platform digital.
Dengan kemampuan tersebut, kata Said, kader da’i diharapkan mampu menyampaikan pesan keislaman secara lebih luas dengan menyesuaikan karakter masyarakat dan perkembangan teknologi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Abdya Tgk Junaidi mengatakan kader dai dan daiyah yang lahir dari pelatihan tersebut tidak hanya dituntut mampu menyampaikan pesan agama, tetapi juga harus menjadi teladan dalam sikap, perkataan, dan perbuatan.
“Melalui pelatihan ini kami berharap para peserta dapat meningkatkan kapasitas diri, memperdalam ilmu pengetahuan agama, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan bijaksana dalam menyampaikan dakwah,” katanya.
Pelatihan tersebut digelar Pemerintah Abdya melalui Dinas Pendidikan Dayah di lantai satu Masjid Agung Baitul Ghafur dan dilaksanakan dalam tiga gelombang dengan total 300 peserta.
Gelombang pertama berlangsung 2-5 September dan diikuti 100 santri dan santriwati dari sejumlah pesantren di Abdya, sedangkan gelombang kedua berlangsung 7-10 September dengan 100 peserta dari kalangan siswa SMA sederajat.
Adapun gelombang ketiga dijadwalkan berlangsung 21-24 September dengan 100 peserta dari organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, dan kelompok umum.
Para peserta dalam program kaderisasi tersebut dibina oleh Said Muniruddin, SE.Ak, M.Sc, Mahyaruddin, SE, dan Dr. Safwan, M.Si. (*)