Beredar video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah papan tempe untuk bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG) diletakkan di depan toilet di SPPG Sukorejo 2 Blora, Jawa Tengah.
Video tersebut viral setelah 136 anak dan satu guru di SMA Negeri 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, diduga keracunan seusai menyantap MBG.
Sebelum video ini viral, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini sudah memberi respons tegas.
Setyorini pada Selasa (8/9), mengusulkan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, Tunjungan, ditutup.
Usulan ini disampaikan setelah 136 siswa dan satu guru SMAN 1 Tunjungan diduga mengalami keracunan
Mereka mengalami sejumlah gejala, seperti lemas, diare, muntah, mual, hingga pusing.
Setyorini menyebut, SPPG tersebut kini sudah mendapat tiga kali peringatan.
Sementara itu, Korwil SPPG Blora Artika Diannita, menyatakan SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2 sebelumnya sudah mendapat peringatan dua kali.
Peringatan pertama diberikan karena SPPG itu kerap mendapat keluhan dari penerima manfaat terkait menu yang dinilai terlalu minimalis.
Peringatan kedua berkaitan dengan masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL.
Terbaru, Kepala Dinkesda Blora, Edy Widayat buka suara soal temuan tempe yang diletakkan di depan toilet SPPG Sukorejo 2.
Temuan itu terungkap seusai ia mendatangi dapur SPPG tersebut menyusul laporan dugaan keracunan MBG yang dialami ratusan siswa.
Selaku satgas MBG, ia juga sudah membuat laporan sementara ke BGN agar SPPG Sukorejo 2 direkomendasikan untuk ditutup permanen.
"Langkah awal begitu ada keracunan kami membuat data awal, terus melakukan sidak, kami membuat laporan sementara ke BGN karena laporan akhir adalah setelah hasil lab turun. Kami buat laporan dan merekomendasikan untuk penutupan, dan penutupan memang wewenang dari BGN," kata dia.