Jakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyampaikan bahwa ekonomi sirkular pada persampahan merupakan sistem ramah lingkungan yang mempertahankan nilai material agar dapat digunakan berulang kali, sehingga mengurangi sampah dan memaksimalkan sumber daya yang ada.

"Ekonomi sirkular menjadi suatu sistem ramah lingkungan, yang mempertahankan nilai material agar dapat digunakan berulang-ulang. Jadi jangan pakai barang hanya sekali saja," kata Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat, Data, dan Informasi, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Elisabeth Tarigan dalam seminar daring mengenai Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Sampah, Jumat.

Dalam ekosistem ekonomi sirkular, industri daur ulang menjadi unsur penting. Masyarakat dapat berperan sebagai produsen dan konsumen dengan mengelola sampah rumah tangganya masing-masing.

Hasil pengelolaan sampahnya dapat disalurkan melalui bank sampah atau startup persampahan, atau digunakan sendiri kembali.

"Produsen bertanggung jawab terhadap produk yang dihasilkan. Masyarakat berperan sebagai produsen non-konsumen dalam mengolah sampah rumah tangganya. Itu menjadi hal yang penting menjadi suatu lingkaran yang tidak putus dan bisa terkelola," kata Elisabeth.

Contoh penerapan ekonomi sirkular yang dilakukan di Jakarta antara lain budidaya maggot BSF di berbagai wilayah, hadirnya fasilitas pusat pengumpulan dan daur ulang sampah hasil kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan swasta di Ciracas, Jakarta Timur.

Dia mengatakan, ekonomi sirkular pada persampahan dapat mendatangkan manfaat dari sisi ekonomi bagi individu.

"Sampah ini bisa sampai ke individual. Individual itu dalam arti kalau saya rajin mengumpulkan botol air minum dalam kemasan bekas, saya bawa ke bank sampah, saya langsung dapat manfaatnya (uang)" kata dia.

Adapun merujuk data 2025, terdapat 2.257 bank sampah di Jakarta, dengan 15.512 nasabah, dan dengan jumlah itu mengurangi sekitar 10.004 ton per tahun. Sementara Jakarta menghasilkan sampah sekitar 9.000 ton per hari atau 3,28 juta ton setiap tahun.