Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan angka stunting (tengkes) di Jakarta turun dari sekitar 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun ke depan atau menyamai angka stunting secara nasional.

"Hal yang berkaitan dengan stunting yang sekarang average-nya kurang lebih atau rata-ratanya 17 persen, dalam dua tahun ke depan kita bisa turunkan sama dengan stunting nasional yaitu 14 persen," ujar Pramono saat menghadiri Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Jakarta Pusat, Jumat

Dikatakannya, upaya menurunkan angka stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kader Posyandu memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Pramono mengakui, persoalan stunting memiliki faktor yang kompleks dan saling berkaitan. Meski demikian, ia optimistis target penurunan stunting di Jakarta dapat tercapai.

Ia pun meminta para kader Posyandu turut membantu pemerintah mengejar target tersebut, terutama dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Peran Posyandu saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Posyandu juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat secara lebih luas.

Saat ini, terdapat sekitar 4.469 Posyandu di Jakarta. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.148 Posyandu atau 70 persen di antaranya telah menerapkan konsep Smart Posyandu.

Dia menilai Posyandu memiliki peran strategis agar pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

"Kalau ini mau berubah dan ini dijalankan dengan baik, maka terus terang hal yang berkaitan dengan penanganan Posyandu dan Posyandu itu tidak hanya semata-mata kesehatan ibu dan anak, sekarang sudah menjadi kelembagaan di tingkat bawah untuk bagaimana hal secara menyeluruh tentang kesehatan itu bisa diperankan oleh Posyandu," paparnya.