TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengumpulkan donasi kemanusiaan sebesar Rp87.506.700 untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dana tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan PMI Kaltara bersama PMI kabupaten dan kota di wilayah Kaltara.
Ketua PMI Kaltara, Risdianto, mengatakan penggalangan dana dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa NTT.
"Setelah rapat PMI Provinsi dengan PMI kabupaten dan kota, kami mengusulkan untuk melakukan penggalangan dana kemanusiaan, khususnya untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," kata Risdianto, Jumat (11/9/2026).
Dari hasil penggalangan tersebut, PMI Kaltara berhasil menghimpun dana sekitar Rp87,5 juta.
Risdianto mengaku telah membangun komunikasi dengan tiga kabupaten terdampak, baik melalui pemerintah daerah maupun PMI setempat.
Tiga wilayah yang menjadi tujuan penyaluran bantuan tersebut yakni Kabupaten Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.
"Dan hari ini akan kita salurkan, khususnya kepada pemerintah Kabupaten Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur," ujar Risdianto yang juga menjabat Sekda Kabupaten Bulungan.
Menurutnya, dana bantuan tersebut nantinya ditransfer melalui PMI di masing-masing kabupaten.
Risdianto menjelaskan, penggunaan dana tidak secara khusus dibatasi hanya untuk sektor kesehatan.
Baca juga: Bantuan Logistik dari Nunukan untuk Korban Gempa NTT Sudah Diberangkatkan, PMI Masih Buka Donasi
Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di daerah terdampak.
"Penggunaan dana ini tergantung nanti di sana. Pemerintah daerah maupun PMI tentu akan berkolaborasi dan harus ada strategi penanganannya," jelasnya.
Ia mengakui jumlah dana yang terkumpul relatif terbatas karena seluruhnya berasal dari donasi masyarakat.
Oleh sebab itu, PMI memberikan fleksibilitas kepada pihak di daerah terdampak untuk menentukan kebutuhan yang paling mendesak.
Bantuan tersebut dapat digunakan untuk kegiatan kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan, kebutuhan obat-obatan, maupun keperluan lain yang berkaitan dengan penanganan dampak gempa.
"Ini hanya uang yang kita kumpulkan melalui donasi masyarakat. Nanti tergantung mereka di sana, PMI memikirkan perannya dalam sisi apa, apakah kegiatan sosial kemasyarakatan, obat-obatan dan sebagainya," tuturnya.
Risdianto menegaskan, penggunaan dana hasil donasi tetap harus dipertanggungjawabkan.
Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen PMI dalam memastikan setiap bantuan kemanusiaan yang dihimpun dapat dikelola secara resmi dan bertanggung jawab.
"Sejalan dengan misi kemanusiaan, dana yang masuk melalui donasi selalu kami kelola secara resmi untuk pertanggungjawaban," kata pria kelahiran Bulungan 9 Mei 1972 ini.
Lebih lanjut, Risdianto mengungkapkan penggalangan dana dilakukan tidak lama setelah terjadinya bencana gempa.
PMI Kaltara langsung menggelar rapat bersama PMI kabupaten dan kota untuk membahas langkah bantuan yang dapat diberikan.
"Kami langsung melaksanakan rapat PMI Provinsi dengan PMI kabupaten dan kota dan berinisiatif segera melaksanakan pengumpulan dana masyarakat. Hari ini sudah terkumpul, saya katakan tadi ada Rp87 juta yang kita sampaikan ke sana," pungkasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika