Peserta PKN II Jabar Soroti Cara ASN Ciamis Bangun Kesadaran di Masyarakat
Machmud Mubarok September 11, 2026 06:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS — Aparatur sipil negara (ASN) tak hanya dituntut mampu menyelesaikan pekerjaan di lingkungan pemerintahan. 

Mereka juga diharapkan mampu membawa kebiasaan dan nilai positif ketika kembali berbaur dengan masyarakat.

Hal tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXII BPSDM Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 saat melakukan visitasi ke Kabupaten Ciamis.

Dalam kunjungan yang berlangsung di Kantor BKPSDM Kabupaten Ciamis, peserta PKN II Jabar menggali lebih jauh bagaimana ASN di Ciamis merespons arahan pimpinan, khususnya berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan, pengelolaan sampah, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Ciamis, Tini Lastiniwati, mengatakan peserta tidak hanya menanyakan kebijakan yang dibuat pemerintah daerah.

Mereka juga ingin mengetahui sejauh mana arahan pimpinan dapat diterapkan ASN dalam kehidupan sehari-hari dan apakah hal tersebut sudah menjadi kesadaran bersama.

“Yang dipertanyakan pertama bagaimana kepemimpinan yang ada, bagaimana responsnya terhadap pelestarian lingkungan dan pengolahan sampah, kemudian ketika terjadi bencana,” ujar Tini, Jumat (11/9/2026).

Baca juga: Atasi Krisis Guru, BKPSDM Ciamis Terjunkan 54 Mahasiswa Unigal ke 18 Sekolah

Baca juga: Lewat Sosialisasi SKP, BKPSDM Ciamis Dorong Kinerja ASN Lebih Terukur

Menurutnya, pertanyaan tersebut menjadi penting karena perubahan perilaku tidak cukup hanya mengandalkan instruksi.

ASN perlu memiliki kesadaran untuk menjalankan nilai-nilai yang didorong pemerintah, termasuk ketika berada di luar lingkungan kantor.

Karena itu, BKPSDM Kabupaten Ciamis terus mendorong peningkatan kapasitas ASN melalui berbagai program pengembangan kompetensi.

Salah satunya melalui Corporate University, yang memungkinkan ASN memperoleh pembelajaran sesuai kebutuhan pekerjaan maupun persoalan yang dihadapi di lapangan.

“Corporate University ini diharapkan setiap ASN memiliki kemampuan. Bukan saja melalui pendidikan formal, tetapi kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan juga bisa diserap melalui pelatihan,” katanya.

Tini mengatakan, pengembangan kompetensi ASN tidak semata-mata diarahkan agar mereka semakin baik dalam menjalankan tugas di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Lebih dari itu, ASN diharapkan mampu membawa pengetahuan dan kebiasaan baik tersebut ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Dalam visitasi tersebut, peserta PKN II Jabar juga menyoroti bagaimana berbagai arahan pimpinan diterapkan oleh ASN di Kabupaten Ciamis.

Menurut Tini, peserta tertarik melihat upaya BKPSDM dalam mengubah pola pikir ASN sehingga pelaksanaan program pemerintah tidak selalu bergantung pada aturan yang bersifat memaksa.

“Peserta PKN menyorotinya, ternyata BKPSDM juga berperan aktif untuk mengubah pola pikir ASN melalui pelatihan-pelatihan,” ujarnya.

Bagi BKPSDM, hal tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi.

Tini mengatakan pengembangan kompetensi perlu terus diperkuat agar ASN tidak hanya memahami tugas kedinasannya, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap peran yang mereka miliki di tengah masyarakat.

“Bagaimana mengubah pola pikir ASN supaya mampu melaksanakan kegiatan bukan saja di OPD masing-masing, tetapi pada saat berbaur dengan masyarakat,” katanya.

Ia berharap kunjungan peserta PKN II Jabar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pembelajaran semata.

Menurutnya, kunjungan tersebut bisa menjadi pembelajaran dua arah. Peserta PKN mendapatkan gambaran mengenai praktik yang dilakukan di Ciamis, sedangkan BKPSDM juga memperoleh masukan dari peserta yang berasal dari berbagai daerah.

“Kita berharap ada nilai plus yang bisa diterapkan di masing-masing wilayah. Kita inginnya semua OPD di Kabupaten Ciamis bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat maupun Kabupaten Ciamis,” ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.