TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Kenaikan harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur dalam satu pekan terakhir dikeluhkan pedagang Nasi Padang.
Pedagang Nasi Padang di Lebak Bulus, Mery mengatakan harus mengeluarkan modal lebih banyak untuk modal berbelanja imbas kenaikan harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati.
Menurutnya harga cabai merah keriting yang normalnya Rp30 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp38 ribu per kilogram, sementara cabai hijau melonjak dari kisaran Rp20-25 ribu ke Rp30 ribu.
"Ya sangat memberatkan. Saya biasanya belanja di sini satu minggu sekali, buat stok. Tadi cabai hijau beli 30-40 kilogram, cabai merah beli 15 kilo," kata Mery di Jakarta Timur, Jumat (11/9/2026).
Bagi pedagang Nasi Padang kenaikan harga cabai memberatkan, karena di saat harga melonjak pedagang tidak lantas dapat menaikkan harga jual menu makanan.
Mereka khawatir bila menaikkan harga jual untuk menutupi pengeluaran modal belanja, maka para pembeli nantinya akan beralih ke tempat makan lain yang menawarkan harga lebih murah.
"Ya bagaimana, kalau dikurangin (porsi) juga enggak mungkin. Kadang orang kalau beli nasi padang kan, 'Lagi dong sambalnya', tetap dikasih. Jadi ya Sudah, jalanin saja," ujarnya.
Sehingga meski terbebani kenaikan harga cabai, pedagang Nasi Padang tetap bertahan tanpa menaikkan harga menu ke pelanggan sembari berharap harga dapat segera turun.
Mery berharap pemerintah lekas mengambil langkah untuk menurunkan harga dan menjaga stabilitas pasokan cabai, agar tidak memberatkan masyarakat.
"Harapannya ya diatur lagi untuk masalah harga dan stoknya. Kadang stoknya yang enggak ada, jadi harganya naik," tuturnya.
Baca juga: UPDATE Harga Cabai di Pasar Induk Kramat Jati: Rawit Merah Rp55 Ribu Per Kilo, Penyebab Naik Terkuak
Baca juga: Info Pangan H-1 Lebaran: Harga Cabai Tembus Rp115 Ribu, Tapi Beras hingga Daging Diklaim Stabil
Baca juga: Jelang Lebaran, Satgas Polda Metro Jaya Temukan Harga Cabai hingga Minyakita di Atas HET