TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan masih melanda Dumai.
Api belum sepenuhnya padam hingga hari keenam. Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 40 hektare.
Kebakaran terjadi di Kelurahan Bangsal Aceh. Lokasinya berada di Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai. Kawasan terbakar termasuk area penggunaan lain.
Besarnya area terbakar membutuhkan tambahan tenaga pemadaman.
Dua tim Manggala Agni Dumai dikerahkan. Mereka mendapat bantuan dari daerah lain.
Satu regu bantuan juga diterjunkan ke lokasi. Regu tersebut berasal dari Labuhanbatu Selatan. Namun, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Koordinator Wilayah Manggala Agni Riau, Edwin Putra, membenarkan kondisi tersebut. Petugas masih berupaya mengendalikan kebakaran.
Menurut Edwin, pemadaman menjadi prioritas utama. Petugas berusaha mencegah api terus meluas.
"Personel masih fokus melakukan pemadaman. Kami berupaya agar api tidak meluas," katanya, (11/9/2026).
Kebakaran Bangsal Aceh menjadi perhatian serius. Luas terbakar mencapai sekitar 40 hektare. Angka itu terbesar dalam laporan terbaru Manggala Agni.
Namun, Dumai bukan satu-satunya wilayah terdampak. Kebakaran juga masih terjadi di Bengkalis. Petugas menangani dua lokasi berbeda di sana.
Salah satunya berada di Pangkalan Libut. Lokasi berada di Kecamatan Pinggir, Bengkalis. Kebakaran telah memasuki hari kedua penanganan.
Baca juga: Satu Titik Api Tersisa di Siak, Luas Karhutla Capai 40 Hektare, Dua Alat Berat Disita
Lahan terbakar merupakan milik masyarakat setempat. Satu tim masih dikerahkan ke lokasi. Kondisi kebakaran juga belum sepenuhnya padam.
Kebakaran lainnya terjadi di Desa Buluh Apo. Lokasinya juga berada di Kecamatan Pinggir. Penanganan sudah berlangsung selama tujuh hari.
Luas lahan terbakar diperkirakan tujuh hektare. Satu tim masih melakukan pemadaman di sana.
Kebakaran juga belum berakhir di Siak. Manggala Agni menangani dua lokasi karhutla. Salah satunya berada di Desa Sukamulya.
Desa tersebut berada di Kecamatan Dayun. Kebakaran sudah memasuki hari kelima penanganan. Luas lahan terbakar mencapai sekitar 18 hektare.
Dua regu dikerahkan menuju lokasi kebakaran. Hingga Kamis, api masih belum padam.
Lokasi lainnya berada di Desa Mengkapan. Desa itu berada di Kecamatan Sungai Apit. Penanganan sudah memasuki hari kedua.
Kondisinya relatif lebih terkendali dibanding lokasi lain. Petugas mulai melakukan proses pendinginan lahan. Mereka juga memeriksa titik rawan kebakaran.
Pemeriksaan dilakukan untuk mencari bara tersisa. Bara tersebut berpotensi kembali memunculkan api.
Kondisi lebih lama terjadi di Inhu. Kebakaran berlangsung hingga memasuki hari ke-14. Lokasinya berada di Desa Kuantan Babu.
Desa tersebut berada di Kecamatan Rengat. Luas terbakar diperkirakan mencapai 20 hektare. Dua regu masih melakukan pemadaman di lokasi.
Lamanya kebakaran menjadi tantangan bagi petugas. Kondisi lapangan turut memengaruhi proses pemadaman. Penanganan akhirnya membutuhkan waktu lebih panjang.
Edwin mengatakan pemadaman akan terus dilakukan. Petugas juga melakukan pendinginan setelah api padam. Langkah itu untuk mencegah kebakaran berulang.
"Setelah padam, lokasi tetap kami periksa. Jangan sampai masih ada bara tersisa. Bara bisa kembali memunculkan api," ujarnya.
Petugas juga terus memantau lokasi kebakaran. Pengendalian dilakukan agar api tidak menyebar. Fokus utama memastikan kebakaran benar-benar terkendali.
"Yang penting api bisa segera dikendalikan. Kami juga mencegah kebakaran semakin meluas," kata Edwin.
( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)