SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - BPBD Kabupaten Malang telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang, delapan desa dari enam kecamatan di antaranya mengalami kekurangan air bersih.
Secara bertahap, BPBD Kabupaten Malang telah mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan di musim kemarau tersebut.
Antara lain di Desa Sumberagung, Desa Sitiarjo, Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Kemudian di Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan, Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung, Desa Sumberoto Kecamatan Donomulyo, Desa Kalirejo Kecamatan Kalipare, dan Desa Sumberejo Kecamatan Pagak.
"Terakhir Desa Sumberejo Kecamatan Pagak melaporkan kekurangan air."
"Kekurangan air bersih ini berdampak ke 545 jiwa dari 87 Kepala Keluarga (KK)," kata Purwoto kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (11/9/2026).
Baca juga: Pantau Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo, Polres Malang Siagakan Personel di Pos Jemplang
Sementara itu, kekeringan di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, penyebabnya karena ada perbaikan infrastruktur pada Kali Molek.
Sungai ini merupakan sumber utama yang mengaliri sumur warga Karangkates.
Sebagaimana diketahui, proses pendistribusian air bersih kepada penerima manfaat yang terdampak kekeringan sudah berlangsung sejak 8 Agustus 2026.
Sementara total air bersih yang sudah disalurkan sampai dengan 10 September 2026 sebanyak 1.611.850 liter.
Purwoto menjelaskan dropping kebutuhan air bersih dilakukan sesuai permintaan.
Namun pengiriman harus melalui standar operasional prosedur (SOP) dari BPBD Kabupaten Malang.
Syaratnya, Kepala Desa mengetahui camat setempat bersurat yang ditujukan kepada BPBD Kabupaten Malang dengan tembusan Bupati Malang.
Kemudian, BPBD akan mensurvei lokasi dan melakukan asesmen dari laporan tersebut.
"Jika dinilai layak (membutuhkan air bersih, red.) baru kami distribusikan air bersih," sambungnya.
Sementara itu, Polres Malang telah menyalurkan air bersih ke warga terdampak kekeringan di Dusun Sumberagung, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, kemarin Selasa (8/9/2026).
Kasihumas Polres Malang, AKP M Budiono mengatakan, 4.000 liter air bersih telah disalurkan ke penerima manfaat. Air bersih tersebut diperkirakan bisa dimanfaatkan untuk 40 KK.
"Pendistribusian air bersih kami lakukan secara berkala."
"Selain itu kami juga terus memantau wilayah lain yang mengalami kekeringan agar bantuan dapat diberikan secara tepat kepada masyarakat yang membutuhkan," imbuh Budiono.
Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih, diharapkan untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun pihak kepolisian setempat. Selanjutnya, laporan tersebut agar bisa ditindaklanjuti.
Secara terpisah, Suwarni (74) warga Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung mengaku sumur miliknya sedalam 21 meter mengering sejak Agustus 2026. Kondisi seperti ini sebelumnya tidak pernah terjadi.
Sehingga untuk kebutuhan air sehari-hari seperti makan dan minum, Suwarni mengandalkan distribusi air.
Sedangkan untuk mencuci baju maupun mandi dilakukan di sumber yang jauh dari rumahnya.
"Buat mandi sedikit-sedikit, lainnya untuk masak sehari-hari," pungkasnya.
Baca juga: Warga Sumberpucung Malang Terpaksa Mencuci Baju di Blitar, Dampak Kekeringan dan Krisis Air Bersih