Personel Pengamanan MotoGP Mandalika 2026: Intelijen, Reserse, hingga Pasukan Cadangan
Wahyu Widiyantoro September 11, 2026 08:21 PM

TRIBUNLOMBOK.COM — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian MotoGP Mandalika 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, pada 9–11 Oktober 2026. 

Pengamanan disusun secara bertahap dengan rincian jumlah personel yang berbeda di setiap fase kegiatan, mulai dari pra-acara hingga pascabalapan.

Kepala Biro Operasi Polda NTB, Kombes Pol Erwin Rachmat, menjelaskan bahwa rangkaian pengamanan dimulai dari operasi intelijen selama dua pekan, yakni pada 14 hingga 27 September 2026. 

Tahap ini kemudian dilanjutkan dengan operasi cipta kondisi harkamtibmas yang berlangsung pada 28 September hingga 4 Oktober 2026.

“Rangkaian pengamanan kami mulai dari operasi intelijen selama dua pekan pada 14 sampai 27 September, lalu dilanjutkan operasi cipta kondisi harkamtibmas pada 28 September hingga 4 Oktober,” kata Kombes Erwin saat ditemui di Mataram, Kamis (10/9/2026).

Baca juga: Sirkuit Mandalika Mulai Bersolek Jelang MotoGP Indonesia 2026

12 Hari dengan Tiga Tingkat Kekuatan Personel

Setelah dua tahap awal tersebut, Polda NTB akan melaksanakan operasi utama Pengamanan MotoGP Mandalika selama 12 hari, terhitung mulai 5 hingga 16 Oktober 2026. 

Jumlah personel pada operasi utama ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan di setiap sub-tahapan.

Pada periode 5–7 Oktober, sebanyak 1.344 personel disiagakan untuk mengamankan tahap awal rangkaian kegiatan. 

Kekuatan ditingkatkan signifikan menjadi 2.675 personel saat memasuki puncak kegiatan pada 8–12 Oktober, bertepatan dengan pelaksanaan balapan utama MotoGP.

Selanjutnya, pada tahap pascabalapan dan pemulangan logistik yang berlangsung 13–16 Oktober, Polda NTB menyiagakan 837 personel untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif hingga seluruh rangkaian kegiatan dan proses evakuasi logistik selesai.

“Setelah rangkaian balapan selesai, pengamanan tetap dilakukan untuk memastikan proses pemulangan penonton dan logistik berjalan aman dan kondusif,” ujar Erwin.

Pengamanan operasi utama diperkuat dengan tambahan 175 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Mabes Polri, dukungan dari Korps Lalu Lintas (Korlantas), Direktorat Samapta (Dit Samapta) BKO Polda Bali, peralatan teknologi informasi dan komunikasi, serta satu unit helikopter dari Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Polairud) Mabes Polri.

Pengamanan Jalur Kedatangan Penonton

Polda NTB menempatkan 53 personel di kawasan Pelabuhan Lembar dan Gili Mas yang menjadi jalur kedatangan serta pergerakan penonton dari luar Pulau Lombok.

Selain itu, sebanyak 80 personel dikerahkan khusus untuk mengamankan terminal shuttle bus. 

Setiap unit bus penonton akan mendapat pengawalan dari dua personel polisi selama beroperasi mengangkut penumpang menuju dan dari area sirkuit.

Pembagian Zona di Kawasan Inti

Di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pengamanan dibagi menjadi tiga zona dengan total 25 titik pengamanan yang tersebar di berbagai area strategis. 

Area panggung utama dijaga secara tertutup personel Reserse Kriminal (Reskrim) tanpa mengenakan seragam dinas.

Sementara kawasan perbukitan dikawal oleh tim Brigade Mobil (Brimob) bersama personel BKO TNI.

Pengamanan Area Perkemahan dan Pasukan Cadangan

Polda NTB menerjunkan 15 personel untuk mengantisipasi keamanan di area bumi perkemahan pengunjung yang berlokasi di sekitar kawasan pantai. 

Sebagai langkah antisipasi tambahan, sebanyak 259 personel disiapkan sebagai pasukan cadangan tanggap darurat yang dapat digerakkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan.

Pemantauan Terintegrasi Melalui Command Center

Seluruh pergerakan pasukan di berbagai titik pengamanan tersebut, mulai dari operasi intelijen hingga pasukan cadangan, dipantau secara terpusat melalui Command Center yang terintegrasi di area sirkuit. 

Sistem ini juga digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time selama rangkaian MotoGP Mandalika berlangsung.

“Seluruh pergerakan pasukan dan situasi lalu lintas kami pantau secara real-time melalui Command Center. Dengan pola ini, setiap perkembangan situasi dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti,” pungkas Erwin.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.