BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Luasan lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan terus menjadi perhatian.
Hingga saat ini, total luasan lahan terdampak karhutla di Banjarbaru diperkirakan mencapai sekitar 1.300 hektare.
Kecamatan Landasan Ulin masih menjadi wilayah dengan dampak karhutla paling luas.
Kondisi tersebut terutama dipengaruhi karakteristik lahan gambut yang membuat api lebih sulit ditangani dibandingkan kawasan lahan kering.
Baca juga: Karhutla di Banjarbaru Belum Reda, Damkar Gabungan Berjibaku Padamkan Titik Api di Sejumlah Titik
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini, Jumat (11/9/2026) mengatakan karakter lahan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan tingkat kesulitan pemadaman karhutla.
"Yang sangat sulit ini daerah Lianganggang dan Landasan Ulin karena type lahannya adalah gambut," ujar Zaini.
Menurutnya, kondisi berbeda terjadi di Kecamatan Cempaka. Karhutla yang muncul di wilayah tersebut berada di lahan kering sehingga relatif lebih mudah ditangani.
Terbaru, terdapat dua titik api baru di Kecamatan Cempaka. Namun, kedua titik tersebut sudah berhasil dipadamkan oleh tim di lapangan.
"Kalau di daerah yang ada titik baru, ada di Kecamatan Cempaka. Hanya memang tipe vegetasinya beda dengan daerah Lianganggang dan Landasan Ulin," jelasnya.
Zaini menyebut kondisi karhutla di Banjarbaru saat ini sudah jauh menurun dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Berdasarkan pemantauan terbaru, hotspot di Banjarbaru tercatat sekitar 11 titik dan masuk kategori rendah.
Penurunan tersebut tidak terlepas dari penanganan secara bersama-sama antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, TNI dan Polri.
"Sudah sangat jauh menurun dibanding yang lewat minggu-minggu yang lalu," katanya.
Meski kondisi mulai membaik, BPBD Banjarbaru tidak mengendurkan patroli. Pemantauan dilakukan setiap hari, terutama di wilayah yang memiliki potensi karhutla tinggi.
BPBD juga memiliki empat posko yang terus dipantau. Selain petugas BPBD, unsur TNI dan Polri turut melakukan pemantauan di lapangan.
Guna mendukung penanganan, BPBD Banjarbaru menyiapkan sekitar 32 armada. Armada tersebut terdiri dari sejumlah mobil tangki serta kendaraan pikap yang dimodifikasi dan dilengkapi tandon air.
Baca juga: Karhutla Kembali Dekati Permukiman di Kabupaten Banjar, Pematang Panjang Terbakar Dua Kali
Armada tersebut digunakan untuk mendukung pemadaman maupun pembasahan lahan, terutama pada lokasi yang relatif mudah dijangkau seperti kawasan Cempaka.
Hingga kini, Zaini memastikan karhutla belum sampai membakar bangunan. Pengawasan dilakukan secara intensif, khususnya apabila titik api mulai mendekati kawasan permukiman.
"Kalau ada daerah bangunan yang terbakar, cepat-cepat kita melakukan pembasahan," ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)