PKMPM UNSRI Luncurkan TERASURYAdi Panti Asuhan Mahabbatul Ummi Palembang
Ahmad Sadam Husen September 11, 2026 08:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bagi mahasiswa, ilmu yang dipelajari di kampus tidak hanya berhenti di ruang kelas.

Ada keinginan untuk membawa pengetahuan tersebut ke masyarakat dan melihat langsung manfaatnya.

Keinginan itu kemudian diwujudkan oleh tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKMPM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui program TERASURYA (Implementasi Teknologi Fotovoltaik pada Sistem Vertikultur Terapeutik untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Keterampilan Vokasi Anak Panti Asuhan Mahabbatul Ummi) di Panti Asuhan Mahabbatul Ummi, Palembang.

Program ini didukung melalui pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026.

Bersama mitra, tim yang diketuai M. Giant Marino (Teknik Elektro ‘23), dengan anggota Laura Damayanti (Teknik Elektro ‘23), Raissa Rabbani Waqiah (Teknik Elektro ‘23), Muhammad Khoirullah (Teknik Elektro ‘23), dan Nanda Maurindi Desta Sukarno (Teknik Sipil ‘23), di bawah bimbingan Ir. Robi Prasetio, S.T., M.T. (Dosen Teknik Elektro), memanfaatkan lahan di lingkungan panti menjadi ruang produktif sekaligus ruang belajar.

Gagasan tersebut dikembangkan berdasarkan potensi dan kebutuhan mitra, terutama dalam pemanfaatan lahan serta penyediaan ruang praktik yang dapat memberikan keterampilan bagi anak-anak panti.

TERASURYA diwujudkan melalui instalasi hidroponik vertikal dengan 78 titik tanam yang ditenagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 120 Wp.

Sistem off-grid tersebut digunakan untuk mengoperasikan pompa air DC secara otomatis sekaligus menjadi media bagi anak-anak untuk mengenal energi terbarukan dan pengoperasian sistem secara langsung.

Selama program berlangsung sejak Mei 2026, tim dan mitra menjalankan berbagai pelatihan dan praktik secara bersama.

Sebanyak 22 anak asuh berusia 9 hingga 17 tahun terlibat mulai dari penyemaian, penanaman, perawatan tanaman, pengelolaan nutrisi, pengukuran menggunakan TDS meter, hingga pengoperasian dan pemeliharaan sistem.

Proses tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan vokasi melalui pengalaman praktik, bukan hanya pembelajaran teori.

Hasilnya mulai terlihat pada panen perdana akhir Agustus 2026 yang menghasilkan 12,4 kilogram caisim.

TERASURYA - Sebanyak 22 anak asuh terlibat langsung dalam TERASURYA, mulai dari menyemai, menanam, merawat tanaman hingga mengoperasikan sistem hidroponik bertenaga PLTS.
TERASURYA - Sebanyak 22 anak asuh terlibat langsung dalam TERASURYA, mulai dari menyemai, menanam, merawat tanaman hingga mengoperasikan sistem hidroponik bertenaga PLTS. (Handout/Handout)

Sebagian hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur panti, sementara sebagian lainnya dipasarkan dan menghasilkan omzet Rp200.000 yang menjadi kas untuk mendukung kebutuhan dan siklus budidaya berikutnya.

Selain keterampilan vokasi, TERASURYA juga membawa pendekatan Therapeutic Horticulture melalui aktivitas berkebun yang terstruktur.

Anak-anak belajar merawat tanaman, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap proses yang mereka jalankan.

Berdasarkan asesmen psikologis di akhir program, skala kesejahteraan anak mencapai 4,65 dari skala 5.

Perkembangan keterampilan dan kemandirian anak terlihat ketika mereka mulai melakukan penyemaian untuk siklus kedua pada hari yang sama dengan panen perdana tanpa instruksi langsung dari tim.

Bagi tim, hal tersebut menjadi salah satu tanda bahwa pengetahuan yang diberikan mulai berubah menjadi kemampuan yang dapat mereka jalankan sendiri.

Dosen Pembimbing PKM-PM UNSRI, Ir. Robi Prasetio, S.T., M.T., turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi untuk memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat."

"Semoga program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas,” tegasnya.

Untuk menjaga keberlanjutan program, tim menyerahkan Buku Pedoman TERASURYA kepada Panti Asuhan Mahabbatul Ummi sebagai acuan pengoperasian dan pemeliharaan sistem.

Tim juga membentuk Guardian Mahabbatul Ummi sebagai struktur pengelolaan dengan sistem piket rotasi lintas usia yang melibatkan anak-anak panti.

TERASURYA kami rancang agar anak-anak tidak hanya menerima hasil, tetapi ikut memahami dan menjalankan prosesnya."

"Harapannya, setelah pendampingan selesai, mereka tetap bisa mengelola dan mengembangkan sistem ini secara mandiri,” ujar M. Giant Marino selaku Ketua Tim Pelaksana.

TERASURYA tidak berhenti pada pembangunan instalasi atau satu kali panen.

Melalui proses yang dilakukan bersama, program ini memberikan ruang bagi anakanak untuk memperoleh keterampilan vokasi, pengalaman praktik, serta pengalaman mengelola kegiatan secara langsung.

Dengan bekal tersebut, mitra diharapkan mampu melanjutkan dan mengembangkan TERASURYA secara mandiri setelah masa pendampingan berakhir.

TERASURYA - Panen perdana TERASURYA menghasilkan 12,4 kilogram caisim yang sebagian dimanfaatkan untuk kebutuhan panti dan sebagian dijual untuk menambah kas budidaya.
TERASURYA - Panen perdana TERASURYA menghasilkan 12,4 kilogram caisim yang sebagian dimanfaatkan untuk kebutuhan panti dan sebagian dijual untuk menambah kas budidaya. (Handout/Handout)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.