Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - SDN Harjodipuran Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, mengaku telah mempertemukan guru berinisial R dengan orang tua murid untuk melakukan mediasi terkait dugaan bullying yang dilakukan terhadap siswa.
Kepala SDN Harjodipuran Dwi Purwanti mengatakan pihak sekolah telah memanggil guru yang bersangkutan dan orang tua murid untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“SD N Harjodipuran sudah menindaklanjuti dari pemanggilan orang tua, yang bersangkutan gurunya pembelajaran yang mengarah ke paradigma lama. Sudah saya panggil ke sini gurunya bahkan sudah saya pertemukan dua-duanya,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Jumat (11/9/2026).
Dwi berharap mediasi tersebut dapat menjadi langkah penyelesaian dan kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan sekolah.
Sebelumnya, salah satu orang tua murid yang memiliki akun Threads heyitstia mengungkapkan pengalaman anaknya yang diduga mendapat perlakuan bullying dari guru berinisial R.
Keluhan tersebut kemudian menjadi perbincangan.
Pihak sekolah mengakui tindakan yang dilakukan guru tersebut masuk dalam kategori bullying verbal.
“Kalau digolongkan bullying memang verbal. Ada perkataan yang tidak bisa diterima anak seperti kamu itu bodoh. Nggak boleh. Orang dewasa pasti sudah tahu tidak boleh bullying,” ungkapnya.
Dwi juga menyebut guru berinisial R telah menunjukkan penyesalan atas tindakannya.
Guru tersebut bahkan telah menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua murid.
“Responnya kemarin menyesal. Beliau sudah menghaturkan mohon maaf kepada Pak Wali, kepada ibunya,” jelasnya.
Baca juga: Guru SD Negeri di Solo Diduga Tampar dan Cubit Siswa hingga Trauma Tak Mau Sekolah
Selain menangani kasus tersebut melalui pertemuan dengan orang tua, Dwi mengungkapkan guru berinisial R sebelumnya juga telah beberapa kali mendapat keluhan dari orang tua murid lainnya.
“Saya sudah tegur. Kalau ada masukan dari orang tua lain saya tegur. Iya (ada orang tua lain yang mengeluhkan hal yang sama),” jelasnya.
(*)