Buka ACF 2026, Plt Sekda: Kuliner Bagian dari Identitas Aceh
Muhammad Hadi September 11, 2026 08:38 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, menegaskan bahwa kuliner bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari identitas, sejarah, dan peradaban suatu masyarakat, termasuk Aceh. 

Hal tersebut disampaikan Taufik saat membuka kegiatan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 yang digelar di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Jumat (11/9/2026).

Dalam sambutannya, Taufik menyebutkan, kekayaan kuliner Aceh terbentuk dari perjalanan sejarah dan perjumpaan berbagai budaya, serta didukung kekayaan rempah, hasil laut dan pertanian, bahan pangan lokal, teknik memasak, hingga tradisi khanduri dan makan bersama yang masih hidup di tengah masyarakat. 

“Karena itu, warisan kuliner Aceh perlu terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Mengusung tema “Celebrating the Authenticity of Aceh’s Living Culinary Heritage”, ACF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati kuliner, tetapi juga mengenal cerita, tradisi, sejarah, dan budaya yang menyertainya. 

Taufik menilai, ACF juga memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Aceh.

Terlebih, festival tersebut telah empat kali berturut-turut masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, lebih dari 100 pelaku UMKM kuliner, 12 kabupaten/kota, serta lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif dari Aceh, Jakarta, dan Bali terlibat dalam kegiatan tersebut. 

“Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat ekonomi kreatif dan membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang,” jelasnya.

Dorong digitalisasi UMKM kuliner Aceh 

Selain itu, Taufik juga menyambut kolaborasi dengan TikTok GO by Tokopedia dalam mendorong digitalisasi UMKM kuliner Aceh agar mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional dan global. 

Di sisi lain, penerapan prinsip green event diharapkan dapat memastikan pengembangan ekonomi kreatif tetap berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.

“Mari kita jadikan ACF bukan sekadar agenda tahunan, tetapi gerakan bersama untuk menjaga warisan kuliner, memperkuat ekonomi kreatif, dan memperkenalkan Aceh kepada Indonesia dan dunia,” ujar Taufik.

Baca juga: 500 Varian Rasa Warnai ACF 2026, Dipusatkan di Taman Sulthanah Safiatuddin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.