Bulog Sebut Serapan Beras di Sulsel Tembus 97,7 Persen, Sudah Capai 687 Ribu Ton
Alfian September 11, 2026 09:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) tengah berpacu mengamankan stok beras sebelum masa panen raya berakhir.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penurunan produksi padi pada November hingga Februari, terlebih di tengah ancaman El Nino yang berpotensi mengganggu sektor pertanian.

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Sulsel dan Sulbar, Fahrurozi, mengatakan penyerapan gabah setara beras di Sulawesi Selatan kini telah mencapai 97,7 persen dari target.

Dimana, Peruma Bulog Kanwil Sulsel dan Sulbar ditargetkan menyerap sebanyak 697.000 ton pada tahun ini.

Semenatra itu, jumlah serapa Bulog sudah sekitar 687.000 ton.

“Targetnya 697.000 ton Sulawesi Selatan. Saat ini sudah mencapai 97,7 persen atau 687.000 ton,” katanya kepada Tribun-Timur.com, Jumat (11/9/2026).

Menurut Fahrurozi, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Bulog untuk memperkuat cadangan pangan sebelum panen raya berakhir sekitar Oktober.

Bulog sengaja mengoptimalkan pembelian saat gabah masih banyak tersedia di tingkat petani.

Pasalnya, setelah periode panen raya berakhir, produksi diperkirakan tidak lagi sebanyak saat ini.

“Setelah panen raya berakhir sekitar Oktober, produksi beras diperkirakan tidak sebanyak periode sebelumnya pada November hingga Februari,” ujarnya.

Baca juga: Bulog Gandeng Puluhan Mitra Penggilingan di Sidrap, Serapan Beras Lokal Diperkuat

Kondisi tersebut membuat Bulog harus menyiapkan stok sejak sekarang. 

Stok yang diserap saat panen akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan pada bulan-bulan berikutnya.

“Kami tetap melakukan penyerapan untuk memastikan stok itu tersedia nanti sampai panen ini berakhir. Sampai tidak ada panen pun tetap kami ada ketersediaan,” ungkapnya.

Fahrurozi menegaskan, penyerapan saat ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam waktu dekat.

Bulog juga harus memastikan ketersediaan beras ketika memasuki periode tanpa panen, termasuk untuk kebutuhan penyaluran bantuan pangan.

“Untuk memastikan kami punya stok, kami harus beli sekarang agar stok itu nanti ketika ada perintah penyaluran bantuan pangan di Januari, kami sudah siap, sudah punya stoknya,” jelasnya.

Strategi tersebut sekaligus menjadi langkah antisipasi menghadapi ancaman El Nino yang dapat memengaruhi produksi pertanian.

Menurut Fahrurozi, selama produksi masih tersedia, Bulog akan terus melakukan pembelian untuk memperkuat cadangan pangan Sulawesi Selatan.

“Jadi hari ini, bulan ini kami tetap melakukan penyerapan untuk memastikan ketersediaan stok Sulawesi Selatan, khususnya Sidrap itu aman,” kata dia.

Baca juga: Jaga Mutu Beras, Satgas Pangan dan Bulog Cek Sanitasi Pabrik Beras di Sidrap

Untuk mengejar target tersebut, Bulog juga memperkuat kerja sama dengan mitra penggilingan padi.

Sidrap menjadi salah satu daerah penting dalam strategi tersebut. 

Bulog tercatat memiliki sekitar 68 mitra penggilingan yang membantu proses penyerapan dan pengadaan pangan.

“Di Sidrap ada 68 mitra, mitra penggilingan yang kami kerja sama untuk penyerapan pengadaan. Jadi cukup banyak,” ungkapnya.

Fahrurozi menyebut jumlah tersebut termasuk yang terbanyak di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, tingginya jumlah mitra di Sidrap tidak terlepas dari posisi daerah tersebut bersama Pinrang sebagai salah satu sentra produksi pangan utama.

“Termasuk yang terbanyak. Karena Sidrap sama Pinrang itu menjadi lumbung pangannya Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Selatan menjadi lumbung pangannya nasional,” jelasnya.(*)



 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.