Model Pendidikannya Kerap Jadi Acuan, Bagaimana Hasil PISA 2025 Finlandia?
GH News September 11, 2026 10:08 PM
Jakarta -

Finlandia selama bertahun-tahun dikenal memiliki sistem pendidikan yang kerap menjadi rujukan dunia termasuk Indonesia. Namun, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan gambaran yang kompleks. Di tengah capaian yang masih tergolong tinggi, skor siswa Finlandia memperlihatkan tren penurunan dalam dua dekade terakhir.

Sebanyak 7.668 siswa dari 240 sekolah di Finlandia mengikuti asesmen untuk PISA 2025. Sampel tersebut mewakili sekitar 59.900 pelajar berusia 15 tahun, atau sekitar 93 persen dari populasi anak usia 15 tahun di Finlandia.

Hasilnya memang menunjukkan pelajar Finlandia masih mencatat skor di atas rata-rata negara-negara yang tergabung dalam Organization of Economic Co-operation and Development (OECD) dalam tiga bidang yang diuji, yakni sains, matematika, dan membaca.

Namun, jika hasil tersebut dilihat dalam rentang waktu yang lebih panjang, grafik PISA memperlihatkan penurunan skor yang cukup signifikan. Capaian pelajar berusia 15 tahun di Finlandia menunjukkan tren penurunan jangka panjang dibandingkan periode ketika negara tersebut berada di puncak performanya pada 2006.

Dalam PISA 2025, Finlandia memperoleh 504 poin untuk sains, 469 poin untuk matematika, dan 474 poin untuk membaca. Sebagai pembanding, rata-rata OECD masing-masing berada di 482 poin untuk sains, 463 poin untuk matematika, dan 461 poin untuk membaca.

Dengan demikian, Finlandia masih unggul 22 poin dalam sains, 6 poin dalam matematika, dan 13 poin dalam membaca dibandingkan rata-rata OECD. Namun, keunggulan tersebut tidak lagi sebesar pada dua dekade sebelumnya.

Sains Finlandia Turun 59 Poin sejak 2006

Sains menjadi domain utama dalam PISA 2025. Jika melihat perjalanan skor Finlandia sejak pertama kali sains menjadi salah satu bidang yang dinilai, penurunannya terlihat konsisten.

Pada 2006, Finlandia mencatat skor sains 563 poin. Angka tersebut kemudian turun menjadi 554 pada 2009, 545 pada 2012, 531 pada 2015, dan 522 pada 2018.

Skor PISA 2025 FinlandiaGrafik Skor PISA Finlandia 2000-2025 Foto: Dok. OEDC

Penurunan berlanjut pada 2022 ketika skor Finlandia berada di 511 poin, sebelum kembali turun menjadi 504 poin pada PISA 2025.

Artinya, dalam 19 tahun, skor sains Finlandia telah berkurang 59 poin dari posisi 2006. Penurunan terbaru dari 2022 ke 2025 relatif lebih kecil, skor sains Finlandia berkurang 7 poin.

Matematika Mengalami Penurunan Paling Tajam

Perubahan paling besar terlihat pada matematika. Finlandia memperoleh 544 poin pada 2003, kemudian naik menjadi 548 poin pada 2006. Setelah itu, skor matematika bergerak turun. Pada 2009, skor Finlandia berada di 541 poin. Angka tersebut kemudian turun menjadi 519 pada 2012, 511 pada 2015, dan 507 pada 2018.

Penurunan semakin tajam pada periode berikutnya. Skor matematika Finlandia turun menjadi 484 poin pada 2022 dan kembali merosot menjadi 469 poin pada 2025.

Jika dibandingkan dengan capaian tertinggi 548 poin pada 2006, Finlandia kehilangan 79 poin dalam 19 tahun.

Penurunan dalam periode 2022 ke 2025 juga mencolok, skor matematika turun 15 poin. Angka ini ebih besar dibandingkan penurunan rata-rata OECD pada periode yang sama, yang tercatat 9 poin.

Kemampuan Membaca Juga Merosot

Pola serupa terlihat pada kemampuan membaca. Dalam PISA 2000, Finlandia mencatat skor membaca 546 poin. Skor tersebut sedikit turun menjadi 543 pada 2003, sebelum kembali naik menjadi 547 poin pada 2006.

Skor membaca Finlandia turun menjadi 536 pada 2009 dan 524 pada 2012. Pada 2015, naik sedikit menjadi 526 poin. Namun, capaian tersebut kembali merosot menjadi 520 pada 2018, 490 pada 2022, dan akhirnya 474 poin pada 2025.

Jika dibandingkan dengan titik tertinggi 547 poin pada 2006, skor membaca Finlandia pada 2025 turun hingga 73 poin.

Tanggapan Menteri Pendidikan Finlandia

Menteri Pendidikan Finlandia Anders Adlercreutz mengakui capaian siswa Finlandia terus mengalami penurunan. Meski demikian, performa Finlandia di PISA 2025 masih berada di atas rata-rata negara OECD lainnya.

"Meskipun hasil belajar menurun dan kesenjangan capaian antarsiswa melebar, Finlandia tetap menunjukkan performa yang baik menurut standar internasional," ujarnya seperti dikutip detikEdu dari keterangan resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Finlandia.

Menurut Adlercreutz, pemerintah Finlandia telah menjalankan program komprehensif untuk memperkuat dan mengembangkan pendidikan dasar. Namun, dampak kebijakan pendidikan tidak dapat terlihat secara instan.

"Saya yakin langkah-langkah tersebut akan memperkuat pembelajaran serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Namun, dampaknya terhadap hasil belajar membutuhkan waktu untuk terlihat," katanya.

"Belajar membutuhkan ketekunan dan tekad. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, berhasil, dan membangun masa depan yang baik bagi dirinya," lanjutnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.