BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Alasan kuat Danau Bangkau HSS Kalsel sampai diusulkan menjadi kawasan Reservat
Danau Bangkau yang berada di Desa Bangkau, Kecamatan Bangkau, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) diusulkan agar menjadi kawasan reservat.
Usulan tersebut dilakukan mengingat kawasan Danau Bangkau memiliki potensi perairan dengan sumberdaya yang cukup banyak.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Distan PP) HSS, Hj Lutfiana, SP, MP, menyebutkan pihaknya telah menyampaikan usulan tersebut melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Kawasan Reservat di Provinsi Kalimantan Selatan di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara langsung.
Baca juga: Dishut Kalsel Police Line Lokasi Diduga Tambang Emas di Paau, Polhut Dirikan Pos Penjagaan
Baca juga: Penyelenggaraan MTQ XIX Tingkat Kabupaten Balangan Dimatangkan, Persiapan Capai 80 Persen
Rakor dilakukan menindaklanjuti surat pemerintah Desa Bangkau terkait permohonan penetapan reservat Danau Bangkau.
“Danau Bangkau memiliki kondisi, potensi sumber daya ikan, serta pengelolaan kawasan. Danau Bangkau dinilai sebagai embrio awal ekosistem perikanan rawa di wilayah HSS yang menjadi pusat perkawinan, pemijahan, dan perkembangbiakan berbagai biota perairan,” katanya, Jumat (11/9/2026).
Meski memiliki peranan vital, kawasan reservat Danau Bangkau saat ini menghadapi tiga tantangan utama mulai penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), pendangkalan dan pertumbuhan gulma air, serta pencemaran alam.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemkab HSS mendesak pentingnya pembentukan payung hukum yang regulatif untuk mengatur pencanangan kawasan reservat secara resmi, khususnya di Danau Bangkau.
“Apalagi Komitmen kuat Bupati. Syafrudin Noor dalam menjaga kelestarian reservat danau Bangkau tersebut,” tegasnya,” didampingi Sekretaris Dinas Moch Adib, Kepala Bidang Perikanan Ahmad Fatmadiansyah, serta Kepala Desa Bangkau, Syamsudin.
Kawasan perlindungan perairan tangkap memang tidak hanya di Danau Bangkau. Di HSS tersebar di beberapa titik, seperti Muning Dalam mencapai sekitar 6 hektare (Ha), Bajayau sekitar 5 Ha, Bago Tanggul sekitar 5 Ha, dan Simpur sekitar 5 Ha. Namun, Danau Bangkau menjadi pusat dan benteng utama perlindungan ekosistem perairan di daerah tersebut.
Perhatian besar Pemkab HSS terhadap Danau Bangkau tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi menjaga stabilitas ekonomi dan hilirisasi pangan daerah, seperti ketahanan kuliner ikonik guna menjamin ketersediaan ikan haruan (gabus) yang menjadi lauk utama hidangan khas Ketupat Kandangan.
Pengendalian Inflasi dengan menjaga populasi ikan pepuyu (betok) sebagai komoditas primadona kuliner lokal.
“Kelangkaan ikan papuyu di alam dapat menyulitkan nelayan, memicu lonjakan harga, dan berkontribusi pada inflasi daerah. Sinergi sektor terpadu yang mana kawasan Reservat Danau Bangkau tidak hanya digunakan untuk perikanan, tetapi juga dimanfaatkan untuk sektor pertanian, serta peternakan seperti kalang hadangan,” jelasnya lebih dalam.
Melalui Rakor dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Pemkab HSS berharap adanya sinergi dan dukungan penuh dalam percepatan penetapan payung hukum demi kelestarian ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.
7 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Memelihara Ikan
Menambahkan ikan hias warna-warni pada akuarium dapat membuat akuarium menjadi lebih segar dan menarik.
Menurut peneliti memandangi akuarium dan melihat pergerakan ikan berenang dapat memberikan efek positif bagi tubuh dan suasana hati yang baik.
Namun merawat ikan di akuarium bukanlah hal yang mudah, tentu saja membutuhkan perhatian dan perawatan.
Kamu tentu ingin ikan di akuariummu berumur panjang dan sehat, untuk itu dibutuhkan pemeliharaan yang tepat.
Melansir dari Fish Tank World, Kamis (26/8/2021), sebelum memutuskan untuk memelihara ikan di akuarium sebaiknya perhatikan hal berikut ini.
1. Spesies ikan
Ada beberapa spesies ikan yang bisa dipelihara di akuarium. Seperti jenis ikan air asin, ikan air tawar dan ikan tropis.
Ikan air asin menjadi populer karena banyak spesies yang memiliki warna yang cantik seperti ikan clownfish dan angel fish.
Jika kamu menginginkan untuk memelihara ikan air tawar beberapa pilihan yang menarik adalah ikan louhan, ikan cupang dan ikan lemon.
Untuk jenis ikan tropis kamu perlu memberikan perhatian ekstra karena sulit dipelihara dan berkembang biak. Beberapa jenisnya adalah guppy dan danios.
2. Kecocokan jenis ikan satu dan lainnya
Mengenal kecocokan ikan sangat diperlukan jika kamu ingin menggabungkan beberapa jenis ikan di satu tangki akuarium.
Jika ikan tidak akur, tentu ikan akan stress dan lebih cepat mati meskipun kondisi air dan akuarium sudah cukup baik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
Kondisi air tiap ikan berbeda. Beberapa jenis ikan menyukai air basa, namun ada ikan yang lebih suka air dengan kadar asam yang lembut
Pola perilaku ikan yang berbeda. Ikan yang berenang cepat dapat mengganggu ikan yang berenang lambat. Selain itu perenang agresif bisa makan lebih banyak dari pada ikan yang pemalu dan berenang lambat.
Jenis makanan yang dikonsumsi berbeda.
3. Kesehatan ikan
Saat membeli ikan untuk akuarium pastikan memilih ikan yang sehat dengan mata yang jernih dan tidak ada luka di tubuhnya.
Hindari membeli ikan dengan mata keruh, sisik yang hilang, bercak menyerupai beludru dan bintik putih.
Untuk mengetahui jenis ikan yang sehat sebaiknya sempatkan untuk memperhatikan perilaku ikan, hindari membeli ikan yang berenang tidak beraturan dan hanya diam di sudut akuarium.
4. Makanan ikan
Untuk ukuran ikan besar, pakan ikan yang direkomendasikan ialah jenis pelet. Namun untuk ikan yang membutuhkan banyak protein, makanan kering beku adalah pilihan yang tepat.
Berhati-hatilah saat membeli makanan, hindari membeli makanan dengan wadah yang berdebu atau tempat sudah terlalu lama di rak.
Jika diperlukan, mintalah rekomendasi dari teman yang sudah lama memelihara ikan agar makanan yang diberikan efektif dan cukup.
5. Ukuran ikan
Meskipun terlihat akur, sebaiknya hindari memelihara ikan dengan ukuran yang berbeda dalam satu akuarium. Ini karena ikan secara alami akan memakan semua yang muat di mulutnya.
Seperti ikan angelfish dan tetra misalnya, saat kecil mereka dapat hidup berdampingan namun saat tumbuh besar angelfish akan memakan terta yang tubuhnya lebih kecil.
6. Ukuran akuarium
Mempertimbangkan ukuran akuarium juga hal yang penting karena kamu perlu memastikan ikan dapat berenang dengan leluasa. untuk pemula disarankan untuk memelihara jenis ikan kecil dengan akuarium kecil karena akan lebih mudah dibersihkan.
Perhatikan juga ukuran maksimal ikan yang akan kamu beli, jika ikan merupakan jenis ikan besar sebaiknya siapkan akuarium yang pas untuk ukuran tubuhnya.
7. Peralatan akuarium
Jika kamu ingin menciptakan akuarium yang aman dan nyaman untuk ikan peliharaan, sebaiknya perhatikan sistem filtrasi pada akuarium. Ada tiga jenis filtrasi untuk akuarium yaitu biologis, kimia dan mekanik.
Filtrasi biologis memanfaatkan bakteri yang menguntungkan, sedangkan filtrasi kimia membutuhkan media filter kimia.
Berbeda dengan dua jenis filtrasi sebelumnya, filtrasi mekanis membutuhkan peralatan tambahan selain bakteri menguntungkan seperti filter tabung atau filter daya.
Beberapa peralatan lain yang akan diperlukan adalah sinar UV dan alat uji pH air dan dekorasi seperti tanaman hias yang mirip dengan habitat asli ikan
(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan/kompas,com).