Investor China dan Arab Mau Bangun Pabrik di Madura
GH News September 11, 2026 10:08 PM
Jakarta -

Perusahaan asal China, Suzhou Artisans Decoration Engineering Co., Ltd. (SADE), berencana membangun pabrik furnitur di Wiraraja Madura Industrial Estate (WMIE) III, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Proyek tersebut diperkirakan menelan investasi US$ 10 juta atau Rp 176 miliar (kurs Rp 17.600).

PT Wiraraja Madura Internasional dan Suzhou Artisans telah menjalin kerja sama melalui Joint Development Agreement (JDA). Berdasarkan kesepakatan tersebut, fasilitas manufaktur direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 10 hektare.

Rencana pengembangan meliputi pembangunan pabrik manufaktur furnitur, instalasi lini produksi, mesin dan peralatan, kegiatan produksi, pergudangan, logistik serta fasilitas pendukung. Suzhou Artisans juga akan menyediakan teknologi, mesin, peralatan dan pengetahuan produksi untuk fasilitas tersebut.

Presiden Direktur PT Wiraraja Madura Internasional sekaligus Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana berharap masuknya investasi dapat mendorong Bangkalan menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Timur.

"Kami optimistis Bangkalan dapat tumbuh menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Timur. Posisi Bangkalan strategis sebagai pintu gerbang Madura dan terhubung langsung dengan Surabaya melalui Jembatan Suramadu. Sekarang yang kami dorong adalah bagaimana keunggulan lokasi itu diterjemahkan menjadi investasi, kegiatan ekonomi dan lapangan kerja," kata Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).

Selain investor China, perusahaan asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), ODASCO LLC juga menjajaki pengembangan infrastruktur dan utilitas di kawasan tersebut. Perusahaan itu memiliki pengalaman di bidang pengolahan air, desalinasi dan energi.

Kerja sama dengan ODASCO diarahkan untuk pengembangan fasilitas pengolahan dan desalinasi air laut, pengolahan air permukaan, energi terbarukan berbasis solar PV dengan opsi penyimpanan baterai atau sistem hibrida, serta pengolahan air limbah domestik dan industri.

Skema yang tengah dijajaki menggunakan model jangka panjang berbasis OPEX/build-own-operate. ODASCO diproyeksikan menangani desain, pembiayaan, pengadaan, konstruksi hingga pengoperasian fasilitas. Namun, struktur tarif dan komersial baru akan ditentukan setelah studi kelayakan dan due diligence.

Ma'ruf mengatakan masuknya industri dan kesiapan utilitas harus berjalan beriringan. Ketersediaan air, energi, pengolahan limbah, logistik dan infrastruktur yang andal menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing kawasan.

"Kami tidak ingin menunggu investor masuk baru menyiapkan infrastrukturnya. Kawasan harus semakin siap ketika kebutuhan industri tumbuh. Karena itu, masuknya manufaktur dan penyiapan utilitas kami dorong berjalan beriringan," ujarnya.

Khalid Odeh Al Salem, Vice President Business and Board Member ODASCO LLC, menyampaikan optimisme terhadap prospek investasi di Madura.

Menurutnya, pengembangan kawasan industri di Bangkalan membuka peluang bagi investasi jangka panjang, terutama seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur dan utilitas untuk menopang pertumbuhan industri.

"Kami melihat potensi yang kuat di Madura, khususnya di Bangkalan, sebagai destinasi baru bagi investasi industri. Kami optimistis mengenai peluang untuk berinvestasi dan mengembangkan solusi infrastruktur jangka panjang di sini, bersama Wiraraja serta dengan dukungan pemerintah daerah dan provinsi," kata Khalid.

Pengembangan WMIE III juga diarahkan untuk masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemprov Jawa Timur menyatakan dukungannya terhadap percepatan pengembangan kawasan, termasuk proses pengusulan WMIE menjadi bagian dari PSN dengan tetap memenuhi kualifikasi dan regulasi yang berlaku.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi terhadap kepercayaan investor untuk mengembangkan investasi di Jawa Timur. Khofifah menekankan bahwa kepercayaan investor harus berujung pada manfaat ekonomi yang lebih luas bagi daerah dan masyarakat.

"Setiap investasi adalah sebuah trust. Kita tentu berharap investasi tersebut memberikan multiplier effect yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," tegas Khofifah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.