- Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan adanya eskalasi berbahaya oleh pemerintah Israel di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.
Ia menilai kebijakan tersebut meningkatkan tekanan terhadap warga Palestina dan dapat mendorong mereka meninggalkan tanah mereka.
“Di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, kita menghadapi eskalasi berbahaya oleh pemerintah Israel yang ekstremis,” kata Abbas.
Menurut Abbas, eskalasi tersebut mencakup perluasan permukiman, kekerasan oleh pasukan pendudukan dan pemukim, penyitaan tanah dan padang rumput, penghancuran rumah, serta pembangunan pos pemeriksaan militer yang membatasi akses ke kota dan desa Palestina.
Ia mengatakan berbagai kebijakan tersebut turut memberikan tekanan terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Palestina.
Abbas juga menuduh Israel menahan lebih dari US$6 miliar dana Palestina.
Menurutnya, penahanan dana tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang bertujuan melemahkan kemampuan masyarakat Palestina untuk bertahan di tanah mereka dan mendorong emigrasi.
Di Jalur Gaza, Abbas menyerukan penerapan segera dan penuh tahap kedua rencana yang digagas Presiden AS Donald Trump.
Ia mengatakan pelaksanaan tahap tersebut harus mencakup keberlanjutan gencatan senjata serta penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Sementara itu, situasi di Tepi Barat terus menjadi perhatian internasional, mengutip Anadolu Agency, Jumat (11/9/2026).
Otoritas Palestina mendokumentasikan berbagai insiden yang mereka atribusikan kepada pasukan Israel dan pemukim, termasuk pembunuhan, penangkapan, penghancuran rumah, serangan terhadap masjid dan kendaraan, perusakan lahan pertanian, pembatasan akses petani, serta pengusiran warga.