TRIBUNMANADO.CO.ID, TONNDANO - Kerugian masih dialami oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa.
Kerugian banyak dialami lantaran dua faktor utama yaitu kebocoran pipa dan banyak meteran pencatat penggunaan air yang rusak.
"Banyak air terpakai atau terbuang di pelanggan lantaran meteran rusak, sehingga tidak tercatat," jelas Denny Tangkere Dirut PDAM Minahasa, di Kelurahan Wewelen, Tondano Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat 11 September 2026.
Perbaikan meteran atau penggantian meteran tersebut merupakan tanggungjawab PDAM.
"Kita belum punya anggaran cukup untuk melakukan pergantian meteran yang rusak," katanya.
Kebanyakan meteran yang digunakan saat ini sudah berusia 10 tahun, padahal idealnya 5 tahun saja, dan harus dilakukan penggantian.
"Kebutuhan meteran kita saat ini enam ribu buah, dari total ada delapan ribu pelanggan," ujarnya.
PDAM Minahasa memperkirakan 60 persen air tidak tercatat atau terbuang setiap bulan.
"Hanya 40 persen air yang terjual," katanya.
Jika dirupiahkan total kerugian PDAM Minahasa mencapai Rp700 juta per bulan.
Untuk mengurangi kerugian, PDAM Minahasa terus berupaya untuk mengganti meteran yang rusak, juga perbaikan pipa yang bocor.
"Segera infokan kepada kami jika ada kebocoran pipa," katanya. (AMG)
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini