Ratusan siswa sekolah dasar di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, diduga mengalami keracunan seusai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah siswa yang mengeluhkan sakit perut langsung dilarikan ke sejumlah puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
Terkait hal, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok Tengah.
Penghentian operasional setelah adanya dugaan keracunan yang terjadi di tiga sekolah di Kecamatan Batukliang.
Kasatgas MBG NTB, Fathul Gani pada Jumat (11/9), mengatakan kasus ini masuk dalam kategori kejadian menonjol.
Ia menyebut, operasional SPPG untuk sementara dihentikan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Gani menjelaskan, sebagian siswa sudah diperbolehkan pulang, sementara sebagian lainnya masih menjalani observasi.
Observasi dilakukan selama sekitar tiga jam untuk memastikan kondisi kesehatan siswa.
Gani menyebut, kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak yang terlibat.
Sebagai informasi, kasus dugaan keracunan di Lombok Tengah ini membuat para orangtua siswa geram.
Terlihat dalam video yang beredar di media sosial pada Jumat (11/8), para siswa menangis lantaran menahan sakit perut.
Dalam video juga terlihat, anak-anak tersebut dilarikan sendiri oleh orang tua mereka ke puskesmas menggunakan kendaraan pribadi.
Banyaknya warga yang membawa anak ke fasilitas kesehatan juga sempat menyebabkan kemacetan di wilayah Pringgarata, Lombok Tengah.
Dikutip dari TribunLombok, ada 352 orang mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan yang mayoritas ialah anak-anak.
Puskesmas Pringgarata mencatat jumlah korban terbanyak dengan 144 orang.
Kemudian, Puskesmas Aik Darek menangani 124 korban, Puskesmas Mantang dengan 67 korban.
Sementara itu, di Puskesmas Bagu dengan 17 korban.
Terkini, tim investigasi epidemiologi masih mendalami komponen menu mana yang menjadi sumber kontaminasi.