TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Raffi Ahmad (19) tak kuasa menahan air matanya melihat tempat tinggalnya diluluh lantak si jago merah.
Pasalnya rumah tempat orang tuanya itu menjadi salah satu rumah terkena pascakebakaran hebat yang terjadi di Jalan Alfalah, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Jum'at (11/9/2026) siang.
Raffi menceritakan bahwa saat itu ia sedang terlelap tidur siang di rumah kakaknya yang tak jauh dari rumah orang tuanya. Ia pun terbangun karena teriakan para tetangga adanya "kebakaran".
Raffi pun langsung bergegas menuju ke rumah orangtuanya. Ternyata api sudah membara dan menyelimuti lantai dua rumahnya.
Ia pun bergegas mencoba masuk kedalam rumah untuk mengambil selang air, namun lantai dua dari kayu itu pun roboh kebawah dan menyambar ke bawah. Sementara itu, Raffi juga tak sempat menyelamatkan barang berharga.
"Makanya udah enggak berani saya naik. Barang-barang aja engga sempat diselamatin. Ya karena ini sebagian sini kayu semua," ucap Raffi Ahmad saat ditemui Tribun Medan, Jum'at (11/9/2026).
Raffi menjelaskan bahwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 14.49 WIB, dimana api bermula dari rumah tetangganya yang dalam keadaan kosong.
"Ya ada itu sempat keluar juga dia (pemilik rumah), terus balik kerumah sudah ada api-api katanya," ujarnya.
Ia mengungkapkan saat itu kondisi tidak ada keran air, sehingga warga mencoba menyirami api tersebut menggunakan air paret.
"Posisi di sini kan nggak ada keran. Kalau ada keran masih sempat lah disiramnya. Karena tadi gak ada keran itu lah langsung nyamber apinya," tuturnya.
Raffi mengatakan jika api berawal dari salah satu dapur rumah warga, kemudian merembet ke bangunan lainnya hingga terkena rumah orangtuanya.
Barang berharga miliknya orangtuanya satupun tak berhasil diselamatkan, semuaa ludes terbakar.
"Berkas dokumen ludes terbakar sementara emas emak engga tau dimana," katanya.
Raffi menduga bahwa percikan api disebabkan arus pendek listrik dibagian lantai dua rumah tetangganya.
"Korsleting listing, di rumah tetangganya apinya muncul," lanjutnya.
Ia pun tidak tahu akan tinggal dimana, sementara barang berharga satupun tak berhasil diselamatkan.
(Cr9/Tribun-medan.com)