Gebrakan Ekonomi Kreatif Kaltim di BIFF 2026, Perajin Lokal Didorong Berani Tembus Batas Dunia
Samir Paturusi September 11, 2026 09:19 PM

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Kilau wastra dan kriya khas Kalimantan Timur (Kaltim) bersiap menembus batas teritorial Indonesia. 

Panggung Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026 dipastikan bakal menggebrak Kota Tepian dengan membawa misi besar menyulap karya tangan perajin lokal agar mendunia hingga menembus pasar Australia.

Ajang bergengsi yang dihelat pada 1 hingga 4 Oktober 2026 di Aula Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, ini merupakan wujud nyata kepedulian talenta lokal yang kembali ke tanah kelahiran. 

Chairwoman sekaligus Founder BIFF, Yulia Hadi, menegaskan bahwa Kalimantan Timur menyimpan harta karun budaya yang nilainya tak terhingga dan layak diperhitungkan di kancah global.

“Kaltim memiliki kebudayaan yang sangat kaya, kriya, sumber daya kreatif serta talenta luar biasa. Melalui BIFF kami ingin membuka peluang berkolaborasi menembus pasar internasional,” ujar Yulia dalam sesi konferensi pers, Jumat (10/9/2026).

Baca juga: TAGUPP Soal Masalah Jaspel dan TPP RSUD AWS, Pemprov Kaltim Janji Penuhi Hak Pegawai di APBD-P

Perempuan asal Batu Kajang ini merancang BIFF bukan sekadar pameran busana biasa, melainkan ekosistem terpadu yang merangkul seluruh lini mulai dari penenun, pembatik, desainer, hingga para fotografer dan pelaku UMKM kreatif.

Semangat kolaborasi ini digelorakan agar pelaku industri lokal memiliki mental baja untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

“Jangan pernah takut menunjukkan karyamu dan jangan pernah ragu untuk bermimpi lebih besar. Kesempatan tidak selalu datang dengan sendirinya, tetapi bisa kita ciptakan bersama,” pesannya penuh motivasi.

Langkah strategis tersebut turut diperkuat oleh Project Director BIFF, Anas Maghfur, yang menggandeng Dekranasda Kaltim guna merajut perdagangan global. 

Agenda unggulan seperti business matching disiapkan secara matang untuk membuka jalur distribusi langsung, termasuk misi khusus membawa karya-karya terbaik asal Kaltim tembus ke Melbourne, Australia.

Dukungan lintas batas pun mengalir deras, mulai dari Chairperson Festival Indonesia, Celyanda Goeltom, hingga Konsulat Jenderal RI di Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo. 

Baca juga: Respons Bencana Hidrometeorologi, Pemprov Kaltim dan Bulog Salurkan 52,4 Ton Beras ke Mahakam Ulu

Kehadiran para tokoh ini mempertegas keyakinan bahwa karya anak negeri dari tanah Kalimantan tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak tren fesyen dunia. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.