Pakistan Belum Bahas Respons Militer Usai Houthi Serang Arab Saudi
Tiara Shelavie September 11, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pakistan pada Kamis mengatakan bahwa belum ada pembahasan mengenai respons militer Islamabad berdasarkan perjanjian pertahanan bersama dengan Arab Saudi dan Turki, menyusul serangan kelompok Houthi Yaman terhadap Arab Saudi.

Mengutip MEE, juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Sajjad Haider Khan, mengatakan Pakistan akan bertindak berdasarkan perjanjian tersebut jika dan ketika situasinya mengharuskan.

“Tidak ada hal semacam itu yang sedang dibahas saat ini,” kata Khan kepada wartawan dalam pengarahan media mingguan.

Pernyataan itu disampaikan setelah Houthi melancarkan serangan terhadap sejumlah kota dan infrastruktur energi Arab Saudi pekan ini.

Ia menambahkan bahwa Pakistan mungkin akan bertindak ketika “waktunya tiba”.

Perjanjian pertahanan tersebut ditandatangani bulan lalu dan menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya, menurut laporan Reuters.

Pakistan telah mengecam serangan Houthi dan memperingatkan Iran agar mengendalikan sekutunya di Yaman.

Di sisi lain, Islamabad juga tengah menjadi mediator antara Amerika Serikat dan Iran.

Khan mengatakan tidak ada rencana untuk memperluas aliansi yang dibentuk di Mekah tersebut, sementara ketegangan di kawasan terus mengganggu pasokan energi, menurut Reuters.

Baca juga: Houthi Perkuat Genggaman di Selat Bab al-Mandab, Ini yang Perlu Diketahui

Houthi Semakin Maju

Pejuang Houthi di Yaman bergerak maju dengan cepat di sepanjang pesisir Laut Merah setelah perang yang sebelumnya mereda antara kelompok tersebut dan pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi kembali berkobar pada musim panas ini.

Kemajuan tersebut menempatkan Houthi dalam posisi strategis untuk mengendalikan lalu lintas pelayaran di titik sempit Bab el-Mandeb.

Kondisi ini sekaligus memperkuat pengaruh Iran dalam menghadapi Amerika Serikat, menurut sejumlah pakar kepada Middle East Eye.

“Kelompok Houthi telah meraih kemenangan militer yang membuat mereka selangkah lebih dekat untuk menguasai Bab el-Mandeb sepenuhnya,” kata Corey Ranslem, CEO kelompok keamanan maritim Dryad Global, kepada MEE.

“Saya pikir Houthi justru akan lebih mudah mengendalikan Bab el-Mandeb dibandingkan Iran mengendalikan Selat Hormuz karena Amerika Serikat tidak memiliki aset militer yang nyata di wilayah tersebut,” tambahnya.

Setelah berhari-hari terjadi pertempuran sengit di sepanjang dataran sempit yang dikenal sebagai Tihama, Houthi pada Kamis berhasil mengalahkan pasukan Yaman yang loyal kepada Arab Saudi dan merebut kota pelabuhan Mocha yang bersejarah dan strategis di Laut Merah.

Media-media Arab melaporkan bahwa Houthi kembali meraih sejumlah kemajuan di berbagai wilayah sepanjang hari.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.